RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Rangkaian agenda 130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, bertabur kemeriahan. Desa Demuk tahun ini memasuki usia 130 tahun dan puncak peringatan berlangsung pada 10 Oktober mendatang. Tahun ini, rangkaian agenda telah dimulai sejak Sabtu (16/9) lalu. Salah satu kemeriahannya adalah lomba sepak bola wanita berdaster dengan total hadiah jutaan rupiah.
Rabu (27/9) merupakan puncak pertandingan lomba sepak bola wanita berdaster. Ada empat tim yang bertanding kemarin. Yaitu, Tim RW 1 Dusun Demuk lawan Tim RW 1 Dusun Kasrepan, yang memperebutkan Juara 1 dan 2, dengan skor 0-1. Juga Tim RW 2 Dusun Demuk lawan Tim RW 2 Dusun Kasrepan, yang memperebutkan Juara 3 dan 4, dengan skor 3-1. Pertandingan lomba sepak bola wanita berdaster sangat seru. Ibu-ibu peserta sangat bersemangat menggiring bola dan menuntaskan di gawang lawan. Tak lupa, dukungan para suporter dari pinggir Lapangan Poerbo Koesoemo menjadi penyemangat bagi para pemain.
Dari hasil pertandingan partai final, lomba sepak bola wanita berdaster menetapkan Tim RW 1 Dusun Kasrepan sebagai Juara 1, Tim RW 1 Dusun Demuk sebagai Juara 2, Tim RW 2 Dusun Demuk sebagai Juara 3, dan Tim RW 2 Dusun Kasrepan sebagai Juara 4. Peserta lomba sepak bola wanita berdaster berasal dari 9 RW dari 4 dusun yang ada di Desa Demuk, yakni Dusun Demuk, Dusun Kasrepan, Dusun Rowoagung, dan Dusun Gajahoyo. "Alhamdulillah, partai final lomba sepak bola wanita berdaster berjalan lancar dan mampu memeriahkan rangkaian agenda 130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk," jelas Kepala Desa Demuk, Suwari SPd MM.
Seperti diketahui, rangkaian agenda 130 Tahun Keistimewaan Desa Demuk telah dimulai sejak Sabtu (16/9) lalu. Ada senam massal dan panggung hiburan jaranan campursari di Rumah Budaya Poerbo Koesoemo, yang menjadi pembuka kemeriahan di desa yang telah berdiri sejak 10 Oktober 1893 ini. Sabtu (23/9) lalu, juga ada hiburan jaranan campursari. Selain lomba sepak bola wanita berdaster, juga ada lomba bola voli antar-RW. Partai puncak lomba bola voli dijadwalkan berlangsung pada Jumat (29/9) malam di halaman Rumah Budaya Poerbo Koesoemo.
Selanjutnya, mulai Sabtu (30/9) hingga Rabu (4/10), setiap malam ada hiburan pentas seni yang melibatkan lembaga sekolah di Kecamatan Pucanglaban dan sekitarnya. Selain itu, masih banyak agenda lainnya seperti lomba ronda thethek antar-RT, kajian ilmiah Nahdlatul Ulama Karesidenan Kediri, battle sound system, kesenian tradisional tiban, malam tirakatan, pentas kesenian jedor, ziarah ke Astana Pura Laya atau Makam Eyang RM Djajeng Koesoemo, sarasehan, baca Yasin dan tahlil, pengajian akbar Gus Iqdam, hingga karnaval. (*/c1/ynu)
Editor : Intan Puspitasari