Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kenalan dengan Brigjen Dwi Sasongko, Sosok yang Sederhana dan Menomor Satukan Orang Tua   

Anggi Septian A.P. • Kamis, 5 Oktober 2023 | 16:55 WIB

 

 

Photo
Photo

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Dwi Sasongko merupakan salah satu perwira tinggi TNI AD yang berasal dari Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan  Tulungagung. Lulusan terbaik dan penerima lencana Adhi Makayasa Akademi Militar (Akmil) 1998 itu ternyata berasal dari keluarga sederhana dan terkenal memiliki kecerdasan sejak usia belia.

Setiap tahun, Brigjen Dwi Sasongko selalu menyempatkan waktu untuk menengok keluarganya di Keluarahan Panggungrejo. Meski berpangkat jenderal, pria tersebut tidak pernah menampakkan statusnya itu saat pulang ke rumah.

Alih-alih menggunakan mobil pelat militer ataupun didampingi para ajudan, saat pulang ke rumah, Brigjen Dwi Sasongko malah menggunakan sepeda motor bebek dan tetap mengedepankan sifat kesederhanaan.

“Kalau pulang ke rumah, Mas Dwi (Brigjen Dwi Sasongko) seperti orang biasa. Itu lo, pakai motor Revo, tidak pernah bawa mobil ataupun pengawal pribadi,” jelas adik kandung dari Brigjen Dwi Sasongko, Nanik Nurgrahini.

Nanik -sapaan akrabnya- menjelaskan, Brigjen Dwi Sasongko merupakan putra kedua dari lima bersaudara. Latar belakang keluarga memiliki perekonomian sederhana. Sang bapak seorang sopir dan ibunya adalah pedagang di Pasar Ngemplak, Tulungagung. Namun, karena tekad yang dimiliki, Brigjen Dwi Sasongko berhasil diterima untuk melanjutkan pendidikan di Akmil, meski sebenarnya juga keterima di kampus besar seperti Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta.

“Sebenarnya, dia juga diterima di UGM setelah lulus dari SMA Taruna. Tapi untuk kuliah itu keluarga tidak ada biaya, maka Mas Dwi memilih ke Akmil karena tidak menggunakan biaya sama sekali. Memang sejak kecil, Mas Dwi itu tergolong cerdas dan selalu mendapatkan ranking di kelas,” katanya.

Dia melanjutkan, saudaranya itu merupakan sosok pria yang sangat perhatian kepada keluarga, terutama kepada ibu. Brigjen Dwi Sasongko selalu menyempatkan waktu untuk menemui ibunya sebelum ditugaskan di medan tempur. Meminta restu dan mencuci kaki ibu, menjadi hal wajib dilakukan sebelum bertugas dan melaksanakan tes kemiliteran tertentu.

Itu mungkin menjadi rahasia kenapa rekam jejak Brigjen Dwi Sasongko di kemiliteran mentereng. Dia berhasil meraih hat-trick lulusan terbaik pendidikan TNI. Pertama adalah menjadi lulusan terbaik Akmil tahun 1998, menjadi lulusan terbaik Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 2012, dan menjadi lulusan terbaik pada Sekolah Staf dan Komando (Sesko) pada tahun 2021 kemarin.

Capaian itu tentunya sebuah prestasi yang cemerlang karena di TNI sendiri tidak banyak perwira yang mampu menyandang gelar tersebut. Saat ini, Brigjen Dwi Sasongko menjabat sebagai Komandan Resimen Taruna (Danmetar) Akmil. (*/c1/din)

Baca Juga: Misteri Kematian Pensiunan TNI Blitar Belum Terungkap

Editor : Anggi Septian A.P.
#Dwi Sasongko #brigjen #tni