TULUNGAGUNG – Polres Tulungagung tak mau setengah-setengah menyiapkan pengamanan Pemilu 2024. Kapolres Tulungagung AKBP Teuku Arsya Khadafi menyebut telah menyiapkan 600 personel untuk Operasi Mantap Brata yang berlangsung selama 222 hari.
Personel yang diterjunkan akan melakukan upaya dalam mengamankan kegiatan Pemilu 2024 nanti sehingga pelaksanaannya bisa tertib, aman, dan kondusif.
“Tentunya nanti juga dibantu lagi dengan pasukan dari TNI dan Pemkab Tulungagung,” tuturnya.
Arsya mengungkapkan bahwa ada beberapa titik wilayah di Tulungagung yang berpotensi terjadi kerawanan. Namun, pria tersebut masih enggan menyebut wilayah mana saja yang dimaksud. Itu akan menjadi bahan pembahasan diskusi dengan pihak TNI dan Pemkab Tulungagung.
Baca Juga: Polres Trenggalek Kerahkan 5.811 Personel Gabungan Antisipasi Kerawanan Pemilu 2024
Harapannya, titik-titik rawan itu bisa diturunkan menjadi kurang rawan atau aman dengan upaya-upaya awal yang dilakukan.
“Secara keseluruhan, situasi Tulungagung saat ini masih cukup kondusif,” tutupnya.
Sebelumnya, ASN di Tulungagung wajib hati-hati dalam bertingkah laku di tahun politik. Jika kedapatan berpihak pada calon tertentu, sanksi bakal menghampiri. Artinya, netralitas harus dijunjung tinggi.
“Harus itu, ASN harus netral. Itu sudah semua tahu dan ada sanksi-sanksi kalau memang ada yang berpihak kepada salah satu calon,” tegas Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno. (nul/c1/rka)
Editor : Dharaka R. Perdana