TULUNGAGUNG - Salah satu kesulitan yang dihadapi para pengusaha—terutama para pengusaha pemula—untuk memulai atau menjalankan usahanya yaitu mengenai permodalan.
Hal itu berbeda, misalnya, dengan pengusaha yang mewarisi modal dari orang tuanya atau pengusaha yang merangkak dari bawah hingga akhirnya berujung menggapai kesuksesan dalam berbisnis.
Namun, kenyataan itu hanya sedikit sekali perbandingannya dengan orang-orang yang akan memulai usaha, bahkan sudah memulainya, tapi terbentur dengan dana permodalan.
Dalam konteks ini, tentu lembaga keuangan seperti perbankan diharapkan dapat memberikan solusi mengenai permodalan yang tengah dihadapi para pengusaha kecil. Tanpa bantuan permodalan dari lembaga keuangan, jelas mereka (para pengusaha kecil) akan semakin terseok-seok dalam menghadapi persaingan bisnis.
Begitulah fakta kenyataan yang tengah dihadapi masyarakat kecil hampir di seluruh daerah Indonesia dalam menghadapi kesulitan permodalan di tengah kesulitan perekonomian seperti sekarang. Demikian halnya yang dihadapi para pengusaha kecil di Tulungagung, Jawa Timur.
Untungnya kegetiran dan kepiluan para pengusaha kecil di daerah Tulungagung tersebut direspons baik oleh Bank BRI melalui program KUR (Kredit Usaha Rakyat); yakni program pinjaman dari Bank BRI yang ditujukan untuk membantu masyarakat kecil dan menengah di Tulungagung dalam memperoleh modal usaha dengan bunga rendah dan proses pengajuan yang mudah.
Untuk mengajukan KUR BRI tahun lalu (2023) di Tulungagung, calon debitur wajib datang ke kantor BRI terdekat.
Itulah bentuk pelayanan yang memudahkan bagi para pengusaha kecil yang hendak mengajukan bantuan permodalan. Syarat pengajuan KUR BRI di Tulungagung pun juga cukup mudah.
Calon debitur hanya perlu memenuhi persyaratan umumj seperti memiliki usaha kecil atau menengah, memiliki usia usaha minimal 6 bulan, dan berdomisili di wilayah yang menjadi target KUR BRI. Selain itu, calon debitur juga diwajibkan untuk menyediakan dokumen pendukung seperti KTP, NPWP, dan surat izin usaha.
Suku bunga pinjaman BRI di Tulungagung tanpa jaminan saat ini sekitar 7 persen per tahun dengan jangka waktu peminjaman hingga 5 tahun. Namun besaran suku bunga dapat berbeda-beda bergantung dari kondisi keuangan calon debitur, kualitas usaha, dan besaran pinjaman yang diajukan.
Dan, dalam hal ini pihak bank BRI sudah menyediakan tabel angsuran KUR BRI mengenai kisaran besarnya pinjaman, jangka waktu peminjaman, angsuran, dan sebagainya sehingga calon debitur dapat menyesuaikan besaran pinjaman yang diajukan dengan kemampuan membayar angsurannya.
Demikianlah yang ditawarkan oleh Bank BRI untuk membantu permodalan melalui pinjaman KUR BRI dengan bunga rendah yang sangat terjangkau bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang hendak mengembangkan atau memajukan usahanya.
Namun, merujuk pada Permenko Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUR 2023 dan calon peminjam harus memiliki BPJS Ketenagarkerjaan. Demikian verifikasi administrasi yang lengkap, laporan keuangan usaha, dan perencanaan penggunaan KUR menjadi faktor penting dalam kelulusan mendapatkan KUR BRI di Tulungagung.
Dalam konteks ini, UMKM di Tulungagung dapat memanfaatkan permodalan KUR BRI, misalnya dalam mengembangkan bisnis mereka, seperti memperluas jaringan distribusi atau meningkatkan kualitas produk dan layanan. Sekali lagi, semua itu merupakan layanan program KUR BRI yang dapat diakses oleh UMKM di Tulungagung guna memperluas usaha mereka.
Dan, tentu di tahun 2024 ini para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) masih sangat berharap terhadap progam KUR BRI yang meringankan beban mereka.
Sementara, secara total, sepanjang 2023 BRI telah mencatat pertumbuhan kredit 11,2 persen menjadi Rp. 1.266,4 triliun. Jumlah ini lebih tinggi dari rata-rata industri yang tumbuh senilai 10,4 persen secara tahunan
Direktur Utama BRI Sunarso melaporkan, sepanjang 2023 penyaluran pembiayaan untuk UMKM BRI mencapai Rp. 1.068,7 Triliun. Selanjutnya Sunarso menyatakan bahwa BRI ingin tetap tumbuh agresif di 2024 yakni di sekitar 11-12 persen (Kompas.Com, 25/2/2024).
Untuk mencapai target penyaluran pembiayaan kepada UMKM tersebut, Sunarso menyatakan, BRI akan tetap fokus pada UMKM khusus di ultra mikro. Oleh karena itu, melanjutkan kinerja dan strategi Holding Ultra Mikro (UMI) dilakukan sebagai sumber pertumbuhan baru. Selama ini, dari segi perluasan Holding UMI telah memasuki tahun ketiga dan berhasil menambah sebanyak 6 juta debitor.
Dengan demikian, dari yang awalnya berjumlah 31 juta debitor pada 13 September 2021 kini menjadi sekitar 27 juta debitor sampai akhir 2023 yang mendapatkan akses keuangan formal.
Adapun pencapaian lain yang telah dicatatkan Holding UMI yakni telah menyalurkan pembiayaan sebanyak 53 triliun melalui plafon digital atau cashless kepada lebih dari 8,6 juta nasabah. Holding UMI juga telah mengintegrasikan lebih dari 31 juta data untuk digunakan sebagai cross selling pemasaran.
Dalam konteks ini, Holding Ultra Mikro sejatinya adalah spirit-nya supaya lebih efisien dan juga lebih efektif dalam men-support UMKM, sehingga BRI bisa memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat sebanyak mungkin dengan cara-cara dan biaya seefisien mungkin.
Dalam sebuah negara yang terus menggeliat bangkit usahanya seperti di negara kita, memang, para pelaku industri jasa keuangan diharapkan untuk terus menjaga ekonomi Indonesia agar inklusif di tengah situasi geopolitik yang masih belum kondusif.
Mau tidak mau, suka tidak suka, industri jasa keuangan yang dalam hal ini salah satunya Bank Bri diharapkan turut membantu pertumbuhan UMKM melalui peningkatan akses permodalan.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra