TULUNGAGUNG - Bantuan hibah program youth entrepreneurship and employment support services (YESS) 2024 kembali digelar.
Tahun ini, puluhan petani muda di Tulungagung dapat jatah suntikan dana permodalan.
Nilai ratusan juta diharapkan mampu membuat para petani muda memiliki daya saing jempolan.
Salah rumah di Jalan Desa Sambirobyong itu tampak ramai, sore Kamis (7/8/2024), satu per satu pemuda dengan setelan formal masuk ke halaman.
Usai disambut pemilik rumah dan petugas berseragam dinas, masing-masing tamu undangan duduk di kursi yang disediakan.
Itu bukan acara hajatan resepsi. Melainkan penyaluran bantuan hibah kompetitif program YESS yang digelar oleh Pemkab Tulungagung.
Beberapa waktu berselang, pimpinan daerah beserta pihak terkait hadir di lokasi.
"Hari ini (kemarin, Red), secara simbolis kita menyerahkan bantuan program YESS. Petani muda yang sudah mengajukan proposal lalu disetujui, akan mendapat bantuan," sebut Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno ditemui usai kegiatan.
Berbagai pihak dilibatkan. Mulai dari Polbangtan Malang, Pusat Standarisasi Instrumen Keseharan Hewan Jatim, Pemdes Sambirobyong, Forkopimcam Sumbergempol, dan beberapa hak terkait.
Heru mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menstimulasi para petani muda di Bumi Lawadan. Yakni, dengan memfasilitasi petani melalui bantuan modal dari program kompetitif YESS.
"Sehingga, yang sudah lama bergerak di bidang tani bisa mengembangkan usahanya. Lalu, bagi patani yang baru mulai bisa mendapat tambahan modal," jelasnya.
Dengan begitu, sektor ekonomi bisa bergerak melalui aktivitas pertanian oleh kaum milenial.
Heru menambahkan, hal itu jadi poin penting dalam upaya membangun ekonomi dari lingkup perdesaan agar terus berkembang hingga skala regional.
Total nilai bantuan yang disalurkan dalam kegiatan kemarin sekitar Rp 697 juta. Nominal itu diberikan kepada sekitar 38 penerima manfaat yang terbagi ke dalam beberapa klaster dan kelompok.
Laki-laki berkacamata ini berharap agar para penerima manfaat terdorong untuk terus mengambangkan usaha demi kesejahteraan bersama.
"Program ini sudah berjalan sejak 2019 dan akan selesai pada 2025. Saya sudah diskusi dengan kepala dispertan. Kami ingin program ini dikloning. Walaupun mungkin anggaran tidak sebesar saat ini, yang penting program ini bisa dipertahankan," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Polbangtan Malang Setya Budhi Udrayana menerangkan, pendekatan memang dilakukan secara individual.
Tapi, pengelompokkan penerima manfaat tetal dilakukan demi tersalurkannya bantuan secara optimal.
"Karena itu, kami berterima kasih kepada Pemkab Tulungagung yang dimotori oleh pj bupati yang memberi support demi terlaksananya program ini. Ini memang harus dilakukan bersama," katanya.
Kegiatan kemarin jadi penyalur batch kedua di tahun ini. Hal ini akan dilanjutkan dengan pelaksanaan batch ketiga yang saat ini masih dalam proses seleksi di lapangan.
"Mekanismenya, pelaku pertanian atau peternakan mengajukan usulan ke provinsi untuk diseleksi di level dinas. Lalu, masuk ke Polbangtan. Kami menururnkan dosen untuk verifikasi di lahan atau kandang calon penerima manfaat," lanjut Budhi.
Jika lolos di tahap ini, Polbangtan akan mengirimkan draf proposal ke tingkat pemerintah pusat untuk dilakukan verifikasi lanjutan.
Jika dinyatakan lolos dan sesuai, maka pemerintah akan mencairkan dana bantuan.
"Dan batas usia bagi para penerima program ini adalah 19-39 tahun," tandasnya.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra