TULUNGAGUNG - Pemotor berinisial MZ yang meninggal akibat tertabrak bus Bagong di Tulungagung ternyata bukan korban tunggal. Rabu (2/10), warga menemukan sesosok jenazah di persawahan tidak jauh dari lokasi kejadian.
Setelah diselidiki, jenazah itu berinisial AE, 40, warga Desa Batokan, Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Diduga, jasad perempuan tersebut merupakan korban tambahan atas peristiwa kecelakaan maut bus Bagong kontra sepeda motor pada Selasa (1/10).
Baca Juga: Bus Bagong Adu Banteng dengan Motor Suzuki di Tulungagung, Satu Tewas
Kasatlantas Polres Tulungagung AKP M Taufik Nabila mengatakan, jasad perempuan inisial AE ini ditemukan ketika seorang warga tengah berjalan di jalan masuk Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru.
Lokasi tersebut merupakan titik terjadinya kecelakaan antara bus Bagong dan pemotor yang terjadi pada Selasa (1/10) sekitar pukul 17.15 WIB.
Ketika di tengah perjalanannya, warga tersebut menengok ke arah persawahan tepat pada sisi barat jalan. Sontak pada saat warga itu menengok, tampak seseorang tergeletak di persawahan. Warga itu pun memutuskan untuk mendekat ke sosok yang dilihatnya.
Sosok itu merupakan seorang perempuan yang tergeletak dengan posisi meringkuk dan mengalami luka pada bagian kepala. "Jadi tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB, ada warga setempat pejalan kaki yang melihat adanya sesosok perempuan dalam kondisi telungkup di area sawah dekat TKP kecelakaan bus Bagong dengan pemotor kemarin," jelasnya.
Mendapati hal tersebut, warga itu pun melaporkan temuannya ke Polsek Ngantru. Lantas, petugas Polsek Ngantru, Satlantas Polres Tulungagung, dan petugas medis mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di TKP, petugas melakukan pemeriksaan terhadap korban dan dinyatakan meninggal dunia.
Kemudian, petugas melakukan penyelidikan terhadap jasad korban dengan membawa jasad tersebut ke RSUD dr Iskak Tulungagung. Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada jasad korban.
Namun, korban mengalami luka berat pada bagian kepala yang menyebabkan korban meninggal dunia. "Kami menduga jika korban ada kaitannya dengan kecelakaan bus Bagong dengan pemotor kemarin," ucapnya.
Berdasarkan informasi, temuan jasad perempuan tersebut merupakan korban lain atas peristiwa kecelakaan bus Bagong kontra pengendara sepeda motor. Diketahui, korban AE ialah teman korban MZ. Saat kejadian kecelakaan itu, keduanya tengah berboncengan.
Atas peristiwa kecelakaan tersebut, korban AE terpental sejauh 10 meter dari titik kecelakaan. Kemudian, korban MZ terjatuh tidak jauh dari TKP.
Dengan ditemukannya korban AE, pihaknya mengonfirmasi apabila peristiwa kecelakaan maut bus Bagong kontra pengendara sepeda motor menewaskan dua nyawa sekaligus. "Pada saat petugas kami mendatangi TKP kemarin hanya ada satu korban, namun tadi pagi ternyata ditemukan satu korban lainnya,” tandasnya. ***
Editor : Dharaka R. Perdana