TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung tak mau asal-asalan mempersiapkan rencana mempersolek Kali Jenes. Meskipun kini masih sebatas membuat detail engineering design (DED), namun besaran dana yang dipersiapkan tahun depan bisa mencapai Rp 9 miliar.
Sekda Tulungagung Tri Hariadi mengungkapkan bahwa rencana mengubah area Kali Jenes menjadi titik aktivitas ekonomi mikro memang sedang diupayakan. Itu artinya, pemkab juga sedang bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk merealisasikan proyek.
“Rencananya bertahap kita tutup dulu. Nanti pedagang kita arahkan untuk tempati itu. Sehingga, kota bersih dari PKL dan lalu lintas bisa lebih lancar,” ujarnya.
Baca Juga: Kali Jenes Tulungagung Bakal Dipersolek, Ini yang Direncanakan Pemkab Tulungagung
Ada beberapa tahapan pembangunan penutup Kali Jenes. Titik pertama ada di antara ruas Jalan Ahmad Yani Timur Gang III dan Jalan Pangeran Diponegoro. Setelah rampung, pembangunan penutup bakal dilanjut hingga di ruas Jalan WR Supratman.
“Berarti di sepanjang Kali Jenes itu. Nanti berlanjut ke Pondok (Panggung dan PETA, Red) sampai Barata. Memang plotting PKL di situ semua. Nanti ada kuliner dan kantong parkir. Kita tunggu DED dulu,” kata Tri.
Jumlah kebutuhan anggaran memang baru diketahui jika DED rampung. Tapi, Tri memastikan bahwa pemkab sudah menyiapkan anggaran sekitar Rp 9 miliar (M) untuk merealisasi proyek nanti. “Anggaran kita siapkan Rp 9 miliar. Itu untuk membangun sampai selesai di ujung di dekat Barata nanti,” jelasnya.
Baca Juga: 4 Manfaat Daun Sirsak bagi Kesehatan, Ada Tips Khusus untuk Olahannya!
Dia berharap proyek ini dapat menambah PAD dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain itu, dia juga menerangkan bahwa pembangunan struktur penutup Kali Jenes bakal menimbulkan dampak lain. Yakni, adanya opsi untuk menambah jalur alternatif di tengah kota.
“Jadi kan lebih bersih. Orang buang sampah sekarang tidak bisa karena tertutup. Dulu kadang ada yang buang sampah ke sungai. Kalau ditutup kan ndak bisa, otomatis sungai jadi bersih. Dan itu juga bisa untuk jalur alternatif kalau ada keramaian,” pungkasnya. ***
Editor : Dharaka R. Perdana