Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Belum Usai, Aliansi Masyarakat Tulungagung Bakal Bongkar Tiga Makam Palsu Ba'alawi

Matlaul Ngainul Aziz • Minggu, 15 Desember 2024 | 20:04 WIB
Massa membentangkan spanduk penolakan klan Ba’alawi di depan gedung DPRD Tulungagung, kemarin (13/12). (YOGA DANY DAMARA/RADAR TULUNGAGUNG)
Massa membentangkan spanduk penolakan klan Ba’alawi di depan gedung DPRD Tulungagung, kemarin (13/12). (YOGA DANY DAMARA/RADAR TULUNGAGUNG)

Tulungagung- Aliansi Masyarakat Tulungagung (AMT) bakal membongkar tiga makam palsu Ba’alawi di Kota Marmer.

Diketahui, ada tiga makam yang diklaim klan Ba’alawi di Tulungagung.

Yakni terletak di Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung; di Kecamatan Pakel, Tulungagung; dan di wilayah Gunung Budeg, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung

Koordinator Aksi AMT, Mochammad Hanin Dya’udin mengatakan, Ba’alawi merupakan kelompok yang mengklaim memiliki hubungan darah atau sanad langsung dengan Nabi Muhammad SAW.

Pihaknya menilai klan Ba’alawi ini diduga membelokkan sejarah bangsa.

Tak hanya itu, Ba’alawi juga diduga secara terang-terangan memalsukan nasab Nabi Muhammad SAW.

Kendati demikian, rencana pembongkaran makam palsu Ba’alawi akan dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Menurutnya, ada tiga makam di Tulungagung yang diklaim oleh klan Ba’alawi.

Ketiganya berada di Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol; di Kecamatan Pakel; dan di wilayah Gunung Budeg Tulungagung.

“Makam Syech Basyaruddin di Desa Bolorejo, Kauman, sudah mulai diklaim oleh Ba’alawi. Sudah banyak ditemukan makam palsu Ba’alawi di Tulungagung. Kami akan tertibkan,” ujarnya, kemarin (14/12).

Pihaknya akan membongkar makam sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan pengurus makam, yayasan, dan pemerintah setempat untuk membongkar makam-makam yang diduga diklaim oleh klan Ba’alawi tersebut.

Pembongkaran makam palsu Ba’alawi ini dilakukan guna memastikan fakta-fakta agar dapat ditindaklanjuti.

Pihaknya juga meninta pemerintah secara aktif mencegah manipulasi dari sejarah-sejarah yang ada di Kabupaten Tulungagung.

“Pemerintah seharusnya menyematkan atau mengintegrasikan sejarah lokal dalam kurikulum pendidikan,” tandasnya.(ziz/c1/wen)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#makam palsu #Baalawi #Nasab Ba alawi #sejarah