Tulungagung – Pendapatan asli daerah (PAD) yang dikelola Pemkab Tulungagung terbilang belum merata.
Buktinya, sebagian besar pendapatan masih ditopang oleh salah satu organisasi perangkat dearah (OPD).
Meski terbilang wajar, pemkab juga harus memastikan OPD lain bisa diandalkan di tahun ini.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) Tulungagung, Galih Nusantoro menerangkan, di akhir 2024 lalu, pemkab memang memilih realistis dalam menentukan target perolehan PAD.
Pasalnya, ada beberapa proyek fisik yang belum bisa dirampungkan kontraknya sebelum Desember.
“Target kita 90 persen. Karena ada beberapa penyelesaian kontrak di akhir tahun (2024, Red),” ujar laki-laki berkacamata ini.
Kondisi serupa juga terjadi di pengujung 2023 lalu.
Kala itu, PAD pemkab di akhir tahun mencapai sekitar 90 persen dari target yang dipatok.
Itu karena nilai belanja dan pendapatan dalam dua tahun terakhir hampir sama.
“Target kita tentu seperti tahun (2023, Red) kemarin dengan sekitar 90 persen,” akunya.
Opsi ini dinilai lebih realistis karena pemkab juga perlu memperhatikan banyak hal.
Termasuk faktor pendapatan dan perubahan anggaran keuangan (PAK) di semester kedua setiap tahun.
Baca Juga: Jujukan Pedagang Ikan dari Berbagai Daerah, Inilah Potret Pasar Ikan Bandung di Tulungagung
Sama halnya dengan 2023 lalu, Galih menambahkan, penyumbang PAD terbesar di 2024 lalu masih Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak.
Itu tak lepas dari tingginya jumlah pengguna layanan kesehatan di fasilitas kesehatan milik Pemkab Tulungagung itu.
“Ya, sementara masih RSUD dr Iskak dengan jumlah sekitar Rp 300 miliar,” sambungnya.
Sementara itu, realisasi capaian PAD hingga akhir Desember lalu mencapai sekitar Rp 700 miliar (M).
Dia menilai kondisi ini wajar karena RSUD dr Iskak memang dituntut untuk menyediakan pelayanan kesehatan, dengan tetap memperhatikan berbagai aspek tingkat efektivitas atau kemudahan sebuah aset daerah.
“Tapi kan memang ada kepentingan untuk pemenuhan kesehatan di sana. Karena untuk menjaga likuiditasnya,” sebutnya. (dit/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri