Keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk dalam database program bantuan sosial (bansos) dapat angin segar. Sebab, Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung memastikan pencairan BPNT dan PKH bakal digelar bulan ini.
Tahun lalu, kuota BPNT dan PKH mencapai sekitar 120.790 kepala keluarga (KK). Tahun ini, jumlah kuota tak jauh berbeda dari tahun lalu, meski pihak dinas belum dapat merinci angka pasti.
“Kuota BPNT dari dinas sosial mendata untuk 2024 sekitar 81.120 KK. Terus untuk PKH sekitar 39.670 KK,” kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Tulungagung, Teguh Abianto.
Baca Juga: Begini Cara Cairkan Bansos PKH Februari 2025 untuk Masyarakat Terdaftar
Disinggung soal nominal, Teguh memastikan nilai yang dicairkan di tahun ini sama seperti tahun lalu. Adapun model penyaluran BPNT dilakukan dengan cara kolektif melalui pos-pos penyaluran.
Lalu, penyaluran PKH dilakukan dengan mengirimkan nominal bansos ke rekening KPM. Patut diingat, bansos dalam program PKH dan BPNT dirupakan dalam bentuk cash atau nominal.
“Sama Rp 200-an ribu per KPM. BPNT sama seperti dulu. Jadi ndak ada pengurangan. Biasanya langsung ke pos. Kemudian dari pos itu untuk disalurkan ke KPM masing-masing. Untuk PKH dari Kemensos pusat disalurkan ke rekening dari KPM dan nanti KPM itu ada kelompok agen macam brilink,” bebernya.
Dia menambahkan, saat ini proses penyaluran memang belum dilakukan. Tapi, besar kemungkinan proses pencairan akan dilakukan di bulan ini. Itu setelah dinsos menerima informasi dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Bansos Beras Januari-Februari 2025 Ditiadakan, Bapanas: Dana Dialihkan untuk Menyerap Beras Dalam Negeri
“Tapi dari Kemensos itu rencana untuk Januari, Februari, dan Maret itu akan disalurkan. Nanti biasanya Februari itu sudah bisa diambil. Berikutnya beruntun. Penyaluran tiga bulan sekali,” ujar Teguh.
Di sisi lain, juga ada kemungkinan di tahap I tak akan menyertakan pencairan bansos Maret. Sebab, meski masuk dalam tahap pertama, ada kemungkinan pemerintah mencairkan bansos Maret untuk disertakan di tahap berikutnya.
“Tapi kalau Januari, Februari, Maret mungkin yang cair Januari dan Februari. Untuk yang selanjutnya menunggu,” sebutnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra