RADAR TULUNGAGUNG – Kebakaran hebat melanda sebuah usaha mebel milik warga di Dusun Tlogo, Desa Nglutung, Kecamatan Sendang, Tulungagung, Selasa (7/4) pagi.
Api yang muncul secara tiba-tiba dengan cepat membesar dan melahap bangunan beserta isi di dalamnya. Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 70 juta.
Peristiwa kebakaran ini pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal dari lokasi usaha mebel milik Mulyo, warga setempat.
Saat itu, suasana masih pagi buta dan sebagian warga belum beraktivitas seperti biasa.
Baca Juga: Kabar Terbaru Haji 2026, Jemaah Tulungagung Masuk Gelombang Dua, Skema Koper Kini Lebih Cepat
Kasi Operasional Damkar Tulungagung, Bambang Pidekso, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 04.59 WIB.
Tak butuh waktu lama, tim pemadam langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
“Petugas berangkat pukul 05.06 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 05.20 WIB. Saat tiba, kondisi api sudah cukup besar dan membakar sebagian besar bangunan,” ujarnya.
Menurut keterangan saksi, api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 04.30 WIB.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan seadanya, seperti ember dan selang air.
Baca Juga: Menunggu SK Turun, 4 Objek Bersejarah di Tulungagung Diusulkan Jadi Cagar Budaya, Apa Saja?
Namun, upaya tersebut belum mampu mengendalikan kobaran api.
Hal ini lantaran banyaknya material mudah terbakar di dalam lokasi usaha, seperti kayu jati dan peralatan berbahan bakar.
Akibatnya, api dengan cepat menjalar dan membesar.
“Warga sempat melakukan pemadaman awal. Tapi karena di dalam banyak bahan mudah terbakar, api cepat sekali membesar,” imbuhnya.
Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun, sejumlah aset penting milik korban tidak dapat diselamatkan.
Di antaranya, 1 unit mesin gergaji, 1 unit mesin diesel, serta kurang lebih 10 kubik kayu jati yang sudah siap produksi.
Petugas dari Damkar Tulungagung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit suplai air untuk menjinakkan si jago merah.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama mengingat api telah membesar saat petugas tiba.
“Pemadaman dan pembasahan selesai sekitar pukul 07.30 WIB. Skala kebakaran tergolong sedang,” jelas Bambang.
Selain damkar, penanganan di lokasi juga melibatkan unsur terkait lainnya, seperti anggota kepolisian dari Polsek Sendang, perangkat desa, serta warga sekitar yang turut membantu proses evakuasi dan pengamanan.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Dugaan sementara masih dikaji, termasuk kemungkinan adanya korsleting listrik atau faktor lainnya.
Atas kejadian ini, petugas mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi pelaku usaha yang menyimpan bahan mudah terbakar dalam jumlah besar.
“Kami mengingatkan agar selalu memperhatikan instalasi listrik dan faktor keamanan lainnya. Karena kebakaran bisa terjadi kapan saja, apalagi di tempat usaha seperti mebel,” pungkasnya. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri