RADAR TULUNGAGUNG - Upaya peningkatan kualitas layanan gizi terus dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.
Melalui rapat koordinasi, evaluasi, sekaligus seminar Program Makan Bergizi (MBG), kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam melayani ribuan penerima manfaat.
Berada di bawah naungan Yayasan Rajawali Unggul Berdaya, SPPG Banjarejo saat ini melayani sekitar 2,7 ribu penerima manfaat yang terdiri dari kelompok KB/PAUD, TK/RA, SD/MI, hingga posyandu.
Baca Juga: Relawan SPPG Menganggur, 8 Dapur MBG di Tulungagung Kena Sanksi Suspend Imbas Dugaan Keracunan
Kepala SPPG Banjarejo, Iffan A. Nizar, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas evaluasi, tetapi juga sebagai ruang berbagi pengetahuan dan peningkatan kapasitas seluruh pihak yang terlibat.
“Ini penting untuk memastikan layanan gizi yang diberikan benar-benar sesuai standar dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator SPPG wilayah Tulungagung, Sebrina Mahardika, menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan serupa.
Dia berharap rapat koordinasi dan sosialisasi dapat dilakukan secara rutin setidaknya sekali dalam sebulan.
“Terutama untuk posyandu, karena menyangkut ibu hamil dan balita. Edukasi gizi harus terus diperkuat agar manfaatnya semakin optimal,” jelasnya.
Baca Juga: Heru Tjahjono Bersama BGN, Sosialisasikan Manfaat Program MBG di Kepatihan Tulungagung
Dalam kesempatan tersebut, juga disampaikan adanya penyesuaian kebijakan dalam penyajian makanan.
Saat ini, SPPG tidak lagi diperbolehkan menyajikan makanan kering.
Seluruh menu harus diolah langsung oleh tim SPPG guna menjamin kualitas, kebersihan, dan nilai gizinya.
“Seperti nuget atau bakso, semuanya harus dibuat sendiri. Ini bagian dari standar yang harus dipenuhi,” imbuh Sebrina.
Di sisi lain, respons dari penerima manfaat pun cukup positif.
Baca Juga: Serap Aspirasi Dapil 3, Sukanto Soroti Jalan hingga Program MBG di Tulungagung
Hanik, salah satu penerima manfaat dari kelompok SD/MI, mengungkapkan bahwa program yang berjalan sudah baik dan sesuai dengan standar gizi nasional.
“Sudah bagus. Gizinya juga terpenuhi. Memang kadang anak-anak ada yang makanannya kurang disukai, tapi ya namanya juga anak-anak,” tuturnya sambil tersenyum.
Melalui kegiatan ini, SPPG Banjarejo tidak hanya berfokus pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pola makan sehat sejak dini.
Harapannya, program ini mampu mencetak generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas di masa depan. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri