RADAR TULUNGAGUNG - Adik Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo, Jatmiko Dwijo Seputro (JDS), akhirnya angkat bicara terkait pemeriksaannya oleh KPK dalam kasus dugaan pemerasan terhadap 16 OPD di lingkungan Pemkab Tulungagung.
Berikut petikan wawancara yang disarikan dari wawancara wartawan Radar Blitar (RB), Calvin Budi Tandoyo, di sebuah kafe di Kota Blitar pada Sabtu (18/4) malam:
RB: Apakah Anda ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Pendapa Tulungagung?
JDS: Tidak. Saya tegaskan, saya tidak berada di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa saat OTT berlangsung. Saat itu saya ada di rumah saya di Kecamatan Bandung.
RB: Lalu, bagaimana Anda bisa ikut diperiksa KPK?
JDS: Waktu itu saya sempat ke rumah pribadi kakak saya untuk melihat kegiatan pengajian rutin yang juga diikuti istri saya. Saat hendak pulang, saya berpapasan dengan tim KPK yang diduga akan melakukan penggeledahan.
Baca Juga: Diperiksa 2 Jam dan Dicecar Puluhan Pertanyaan, Ini Pengakuan Kadinkes Tulungagung Usai OTT KPK
RB: Apa yang dilakukan penyidik saat itu?
JDS: Setelah mengetahui identitas saya, mereka melakukan penggeledahan terhadap mobil saya dan menyita ponsel saya. Kemudian, saya dibawa ke Polres Tulungagung untuk dimintai keterangan.
RB: Berapa lama Anda menjalani pemeriksaan?
JDS: Dari Jumat malam sampai Sabtu pagi di Polres Tulungagung. Setelah itu saya dibawa ke Surabaya, lalu ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK.
RB: Apa status Anda dalam pemeriksaan tersebut?
JDS: Saya hanya sebagai saksi. Tidak ada kaitannya dengan OTT. Saya hanya kebetulan berada di lokasi saat tim KPK datang.
RB: Apa saja yang ditanyakan penyidik?
JDS: Ada pertanyaan soal dugaan keterlibatan dalam jual beli jabatan, juga terkait kemungkinan hubungan dengan proyek-proyek pemerintah daerah.
RB: Bagaimana jawaban Anda?
JDS: Saya sampaikan apa adanya. Saya tidak terlibat dan tidak punya usaha yang berkaitan dengan proyek pemerintah.
RB: Apakah Anda memiliki kedekatan dengan bupati selama ini?
JDS: Sejak kakak saya menjabat bupati, saya justru menjaga jarak. Apalagi waktu pilkada lalu, kami berbeda pilihan politik. Itu memang saya lakukan untuk menghindari konflik kepentingan.
RB: Apakah Anda siap jika kembali dipanggil KPK?
JDS: Tentu. Saya akan kooperatif jika kembali dimintai keterangan.
RB: Bagaimana dengan barang pribadi yang disita?
JDS: Ponsel saya masih berada di pihak penyidik sampai sekarang. Saya berharap dengan klarifikasi ini tidak ada lagi informasi yang simpang siur terkait keterlibatan saya dalam kasus yang tengah ditangani KPK. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri