Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

74 Lansia di Tulungagung Meriahkan Hari Kartini lewat Lomba Nyanyi, Penuh Kenangan dan Semangat

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 22 April 2026 | 10:30 WIB
Seorang peserta lomba menyanyi lansia dalam memperingati Hari Kartini saat tampil di hadapan penonton dan dewan juri, kemarin (21/4/2026).(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Seorang peserta lomba menyanyi lansia dalam memperingati Hari Kartini saat tampil di hadapan penonton dan dewan juri, kemarin (21/4/2026).(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Kaum lanjut usia (lansia) di Tulungagung punya cara tersendiri merayakan Hari Kartini.

Mereka justru adu kebolehan di atas panggung dengan bernyanyi. 

Peringatan Hari Kartini di Tulungagung tak melulu identik dengan kebaya dan upacara formal.

Di sebuah sudut yang lebih hangat dan sederhana, semangat emansipasi justru terasa dari lantunan suara para lansia yang tak lagi muda, namun tetap berdaya.

Selasa (21/4), halaman rumah dinas Wakil Bupati Tulungagung di Kecamatan Tulungagung dipenuhi tawa dan tepuk tangan.

Baca Juga: Hari Kartini 2026, Erma Susanti Tegaskan Peran PDIP Tulungagung dalam Pemberdayaan Perempuan, dari Cegah Stunting hingga Literasi Digital

Sejumlah 74 warga berusia 50 tahun ke atas tampil percaya diri dalam lomba menyanyi.

Bukan sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri sekaligus merayakan kebersamaan.

Satu per satu peserta lansia maju ke depan, membawa lagu pilihan masing-masing.

Ada yang membawakan tembang kenangan, ada pula yang memilih lagu-lagu populer yang akrab di telinga generasi mereka.

Suara yang mungkin tak lagi sempurna justru terasa jujur. Penuh cerita dan pengalaman hidup.

Baca Juga: Hari Kartini 2026: Kisah Sri Lailatin, Kepala Desa Tunggangri Tulungagung yang Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Gotong Royong Masyarakat

Salah satu peserta, Sudarsono, 62, warga Kelurahan Kepatihan, Tulungagung, mengaku kegiatan seperti ini menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para lansia.

Menurutnya, momen Hari Kartini memberi nuansa berbeda.

“Lomba seperti ini membuat kami merasa tetap punya ruang. Apalagi pas di Hari Kartini, jadi terasa lebih bermakna,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan peserta lain yang juga warga Tulungagung, Gatot Subroto, 60.

Baginya, keikutsertaan dalam lomba ini seperti membuka kembali lembaran masa lalu.

Baca Juga: Inspirasi Kartini Modern: Radhitia Damayanti Bagikan Tips Berani Tampil di Media Sosial, Kunci Sukses Konten dari Konsistensi dan Percaya Diri

Dia teringat masa muda saat sering mengikuti ajang serupa.

“Sengaja ikut, biar ingat dulu waktu masih muda sering lomba nyanyi. Rasanya seperti mengulang kenangan,” katanya sambil tersenyum.

Di sisi lain, Wiwik Suwarni, 51, punya alasan yang lebih sederhana.

Dia mengikuti lomba bukan untuk menang, melainkan untuk tetap aktif dan menjaga kesehatan.

Baca Juga: Semangat Hari Kartini: Kisah drg Ade Yuly Harizca, Dokter Gigi yang Bangkitkan Kepercayaan Diri Perempuan lewat Senyum Berani

“Biar latihan vokal juga, yang penting tetap berkegiatan. Ini juga jadi hiburan,” ucapnya.

Lebih dari sekadar perlombaan, suasana yang tercipta menunjukkan bahwa peringatan Hari Kartini bisa dimaknai dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tidak harus megah, namun cukup memberi ruang bagi siapa saja. Termasuk para lansia untuk tetap merasa berarti.

Di tengah lantunan lagu dan canda ringan, semangat Kartini hadir dalam wujud yang berbeda.

Yaitu, keberanian untuk tetap berkarya, meski usia tak lagi muda. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#lomba nyanyi #rumdin wakil bupati tulungagung #lansia #hari kartini