RADAR TULUNGAGUNG - Kaum lanjut usia (lansia) di Tulungagung punya cara tersendiri merayakan Hari Kartini.
Mereka justru adu kebolehan di atas panggung dengan bernyanyi.
Peringatan Hari Kartini di Tulungagung tak melulu identik dengan kebaya dan upacara formal.
Di sebuah sudut yang lebih hangat dan sederhana, semangat emansipasi justru terasa dari lantunan suara para lansia yang tak lagi muda, namun tetap berdaya.
Selasa (21/4), halaman rumah dinas Wakil Bupati Tulungagung di Kecamatan Tulungagung dipenuhi tawa dan tepuk tangan.
Sejumlah 74 warga berusia 50 tahun ke atas tampil percaya diri dalam lomba menyanyi.
Bukan sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang bagi mereka untuk mengekspresikan diri sekaligus merayakan kebersamaan.
Satu per satu peserta lansia maju ke depan, membawa lagu pilihan masing-masing.
Ada yang membawakan tembang kenangan, ada pula yang memilih lagu-lagu populer yang akrab di telinga generasi mereka.
Suara yang mungkin tak lagi sempurna justru terasa jujur. Penuh cerita dan pengalaman hidup.
Salah satu peserta, Sudarsono, 62, warga Kelurahan Kepatihan, Tulungagung, mengaku kegiatan seperti ini menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para lansia.
Menurutnya, momen Hari Kartini memberi nuansa berbeda.
“Lomba seperti ini membuat kami merasa tetap punya ruang. Apalagi pas di Hari Kartini, jadi terasa lebih bermakna,” ujarnya.
Hal senada diungkapkan peserta lain yang juga warga Tulungagung, Gatot Subroto, 60.
Baginya, keikutsertaan dalam lomba ini seperti membuka kembali lembaran masa lalu.
Dia teringat masa muda saat sering mengikuti ajang serupa.
“Sengaja ikut, biar ingat dulu waktu masih muda sering lomba nyanyi. Rasanya seperti mengulang kenangan,” katanya sambil tersenyum.
Di sisi lain, Wiwik Suwarni, 51, punya alasan yang lebih sederhana.
Dia mengikuti lomba bukan untuk menang, melainkan untuk tetap aktif dan menjaga kesehatan.
“Biar latihan vokal juga, yang penting tetap berkegiatan. Ini juga jadi hiburan,” ucapnya.
Lebih dari sekadar perlombaan, suasana yang tercipta menunjukkan bahwa peringatan Hari Kartini bisa dimaknai dengan cara yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Tidak harus megah, namun cukup memberi ruang bagi siapa saja. Termasuk para lansia untuk tetap merasa berarti.
Di tengah lantunan lagu dan canda ringan, semangat Kartini hadir dalam wujud yang berbeda.
Yaitu, keberanian untuk tetap berkarya, meski usia tak lagi muda. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri