RADAR TULUNGAGUNG - Aroma tidak sedap dan serbuan lalat di sekitar TPS Kelurahan Bago, Kecamatan Tulungagung, Tulungagung, akibat tumpukan sampah, berakhir.
Kemarin (28/4/2026), warga dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung bersama-sama membersihkan sampah di area tersebut.
Plt Lurah Bago, Yeni Ekasari mengatakan, pihak kelurahan sebenarnya sudah melakukan pengecekan di lapangan sebanyak tiga kali untuk memantau perkembangan tumpukan sampah.
”Hasil dari pengecekan tersebut kemudian kami komunikasikan secara intensif ke pihak DLH dan juga pihak kecamatan, hingga akhirnya untuk aksi nyata dapat terealisasikan bersama hari ini," terangnya, di sela-sela memantau pengangkutan sampah.
Sebagai tindak lanjut dari koordinasi tersebut, DLH memberikan dukungan fasilitas berupa dua armada truk pengangkut guna mempercepat normalisasi lokasi.
Kehadiran armada tambahan ini pun memicu semangat gotong royong yang luar biasa dan bahu-membahu menaikkan sampah ke atas truk.
"Aksi ini benar-benar wujud sinergi yang luar biasa. Bersama teman-teman PKL, warga sekitar, dan didukung penuh seluruh komponen di Kelurahan Bago, kita bergerak serentak demi memulihkan kenyamanan lingkungan yang sempat terganggu," tambah Yeni.
Dari sisi teknis, DLH Tulungagung menjelaskan bahwa keterlambatan pengangkutan sampah dipicu oleh sejumlah kendala operasional.
Baca Juga: Masalah Solar Bikin Truk Sampah DLH Tulungagung Tersendat, TPS Meluber dan Dikeluhkan Warga
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Tulungagung, Ginanjar Eko Santoso, mengakui adanya gangguan pada armada serta sistem distribusi bahan bakar.
"Memang benar, beberapa armada dan kontainer pengangkut sampah mengalami kerusakan dan terkait barcode solar juga memerlukan pembaruan," jelasnya.
Meski demikian, pihak DLH memastikan penanganan sudah berjalan dan mulai menunjukkan hasil di lapangan.
"Tadi pagi (kemarin), DLH bersama warga Bago bersama-sama membersihkan sampah yang sempat menjadi permasalahan lingkungan," ujarnya.
Sinergi lintas sektor ini memang diprioritaskan untuk mensterilkan area depo sebelum aktivitas ekonomi di jalur protokol tersebut mulai padat menjelang siang hari.
Efektivitas kerja tim gabungan ini pun mendapat apresiasi karena mampu menghilangkan gunungan sampah yang telah menumpuk selama hampir sebulan dalam waktu singkat.
"Kami sangat mengapresiasi bantuan warga dan PKL yang tidak hanya sekadar membuang, tapi mau ikut membantu menaikkan sampah ke truk. Dengan kekuatan dua armada ini, target kami area TPS bisa bersih total sebelum mobilitas masyarakat meningkat," ungkapnya.
Ke depan, DLH juga mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis kemandirian di tingkat lokal agar kejadian serupa tidak terulang.
"Dengan selesainya kendala ini, harapannya dari kami kemandirian dari TPS Bago dalam pengelolaan sampah, seperti bank sampah, pemilahan 3R, dan sebagainya, dapat berjalan kembali normal dan lebih baik," pungkasnya. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri