Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pantai Popoh Tulungagung Kehilangan Pamor, DPRD Minta Pemkab Gandeng Swasta untuk Revitalisasi Wisata

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 7 Mei 2026 | 10:23 WIB
Anak kecil bermain di wahana permainan ayunan Pantai Popoh yang rusak.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Anak kecil bermain di wahana permainan ayunan Pantai Popoh yang rusak.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Makin meredupnya pamor Pantai Popoh membuat kalangan dewan mengelus dada.

Mereka pun mendesak agar pemkab segera mengambil langkah taktis untuk penyelamatan aset daerah itu. 

Bahkan, mereka menilai revitalitasi dengan menggandeng pihak swasta tak bisa ditawar lagi saat kondisi keuangan daerah minim.

Anggota Komisi D DPRD Tulungagung, Asrori, menegaskan perlunya langkah cepat berupa revitalisasi menyeluruh.

Menurutnya, pengelolaan destinasi wisata tak bisa lagi dilakukan secara biasa. 

Baca Juga: Menyusuri Pantai Popoh Tulungagung yang Kian Sepi, Warga dan Pedagang Rindukan Ramainya Wisata

“Pantai Popoh saat ini memprihatinkan. Harus segera direvitalisasi. Pengelolaannya juga perlu menggandeng pihak swasta agar lebih profesional,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (6/5).

Dia menyoroti minimnya sarana penunjang yang berdampak langsung pada jumlah kunjungan wisatawan.

Akses menuju lokasi, khususnya kondisi jalan, dinilai perlu pembenahan serius. 

“Sarana penunjang harus dibangun. Jalan yang rusak harus segera diperbaiki. Kalau aksesnya sulit, wisatawan juga enggan datang,” tambahnya.

Selain infrastruktur, aspek branding juga menjadi perhatian. Asrori menilai promosi destinasi wisata harus dikemas lebih menarik dan inovatif agar mampu bersaing dengan destinasi lain yang kini semakin menjamur.

Baca Juga: Pantai Popoh Tulungagung Terpuruk, Dana Perbaikan Nihil, Hanya Ada Dana Kebersihan

Branding harus bagus, menarik, dan inovatif. Sekarang saingannya banyak. Kalau tidak ada pembaruan, ya akan ditinggal,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan ini tidak hanya terjadi di Pantai Popoh, tetapi juga sejumlah destinasi lain yang memiliki potensi berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Dia memastikan hal tersebut telah disampaikan kepada dinas terkait. 

“Sudah kami sampaikan ke dinas pariwisata. Tidak hanya Popoh, tapi semua destinasi yang menyumbang PAD. Potensinya besar, termasuk Popoh,” jelasnya.

Dia juga menyayangkan kondisi Pantai Popoh yang dulu menjadi ikon kebanggaan daerah, namun kini seolah kehilangan daya tariknya.

“Dulu itu ikon Tulungagung ya Popoh. Sekarang seperti mati. Kasihan warga yang menggantungkan ekonomi di sana,” ungkapnya.

Baca Juga: Pantai Popoh Tulungagung Sepi Pol: Pendapa Trocoh, Wahana Rusak, Dampak Pandemi Covid-19 Belum Pulih

Karena itu, DPRD meminta dinas terkait bekerja lebih profesional dalam mengelola destinasi wisata. Inovasi dinilai menjadi kunci untuk menghidupkan kembali geliat wisata Pantai Popoh.

“Harus ada inovasi. Kami minta pengelolaan lebih profesional agar Popoh bisa kembali bergeliat,” pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi Pantai Popoh di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung, semakin memprihatinkan. 

Bahkan saat ini, pantai legendaris tersebut cenderung sangat sepi, meskipun di akhir pekan atau tanggal merah ada kunjungan yang lumayan. 

Namun, sarpras di pantai yang menghadap Samudra Hindia ini banyak yang rusak.(sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#pantai popoh #dprd tulungagung #wisata #aset daerah