RADAR TULUNGAGUNG – Warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, digegerkan penemuan sesosok mayat di sungai kering kemarin (11/5/2026).
Setelah ditelisik, ternyata itu nenek berinisial S yang hilang tak jelas rimbanya sejak Jumat (8/5/2026) lalu.
Informasi yang dihimpun, penemuan tersebut bermula saat Suyoto, 74, warga setempat, beraktivitas mencari pakan ternak sekitar pukul 09.00 WIB.
Saat menyisir pinggiran sungai, dia dikejutkan dengan bau tidak sedap yang menuntunnya ke dasar sungai.
Baca Juga: Dugaan Pembunuhan Gugur, Polisi Ungkap Penyebab Kematian Lansia di Gedangsewu Tulungagung
"Saksi mencium bau tidak sedap, kemudian mencari sumber bau tersebut dan menemukan seorang perempuan dalam kondisi telentang di sungai kering," ujar Kapolsek Ngunut, Kompol Tri Nuartiko.
Suyoto yang terkejut lantas melaporkan temuan tersebut ke perangkat desa dan pihak kepolisian.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan daster merah muda bermotif bunga dengan posisi kepala menghadap ke utara.
Tiko, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa identitas jasad tersebut dipastikan adalah S, warga setempat yang memang dilaporkan hilang sejak Jumat (8/5) lalu.
Baca Juga: Kontrak Proyek Jembatan Junjung Tulungagung Ditarget Rampung Mei Ini, Pengerjaan Segera Dimulai
"Setelah dilakukan pengecekan bersama perangkat desa, diketahui mayat tersebut merupakan S yang sebelumnya telah dilaporkan hilang," imbuhnya.
Kondisi korban yang sudah lanjut usia dan sering linglung (pikun) diduga kuat menjadi penyebab korban tersesat hingga ke area sungai.
Dari hasil olah TKP oleh Tim Inafis Polres Tulungagung dan tim medis RSUD dr Iskak, tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan pada jasad yang mulai membusuk tersebut.
"Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan diduga korban meninggal karena sakit," jelasnya.
Baca Juga: 365 JCH Tulungagung Masuk Kategori Risiko Tinggi, Bakal Diawasi Ketat Saat Haji 2026
Sementara itu, saksi mata, Suyoto, mengaku tidak menyangka pencarian rumputnya akan berujung pada penemuan jasad tetangganya sendiri.
"Bau menyengat sekali. Saya kira bangkai hewan ternyata orang telentang di bawah (sungai)," ungkap Suyoto.
Lantaran pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah, jasad korban langsung dievakuasi untuk proses pemulasaraan.
Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan perangkat desa untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.(bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri