RADAR TULUNGAGUNG - Setengah tahun sudah portal besi melintang di Jembatan Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, guna menghalau kendaraan roda empat.
Namun, penutupan tersebut nyatanya tak menyurutkan nyali pengendara roda dua.
Setiap hari, celah sempit di sisi jembatan justru menjadi primadona bagi warga yang enggan memutar jauh, meski risiko keselamatan menjadi taruhannya di tengah ketidakpastian proyek pengerjaan.
Kondisi ini dipicu molornya rencana perbaikan yang semula dijadwalkan pada Maret lalu.
Baca Juga: Kontrak Proyek Jembatan Junjung Tulungagung Ditarget Rampung Mei Ini, Pengerjaan Segera Dimulai
Hingga kini, lokasi jembatan masih sepi dari aktivitas pengerjaan fisik maupun keberadaan alat berat.
Padahal, jembatan ini merupakan urat nadi bagi aktivitas harian, mulai dari ekonomi hingga akses pendidikan warga desa setempat.
Basori, warga sekitar yang saban hari memantau kondisi di lokasi, menyayangkan ketidakjelasan jadwal pengerjaan proyek tersebut.
"Sudah enam bulan ditutup portal. Katanya bulan tiga kemarin mulai dikerjakan, tapi nyatanya belum kunjung ada tindakan," ungkap Basori.
Baca Juga: Setelah 2 Tahun Rusak, Jembatan di Desa Junjung Tulungagung Segera Dibangun, Ini Perkembangannya!
Dia menambahkan, keterpaksaan warga melintasi jembatan yang rusak ini didorong rasa iba terhadap mobilitas anak-anak.
"Kasihan anak-anak kalau mau berangkat mengaji sore hari, kalau harus memutar, jalannya jauh sekali," imbuh Basori.
Keresahan serupa diungkapkan Khasanah, seorang pengendara yang rutin melintas.
Baginya, melintasi sisa struktur Jembatan Junjung adalah pilihan logis dibanding harus menempuh rute putar yang melelahkan.
"Sering lewat sini pakai motor, karena kalau harus memutar, jaraknya terlalu jauh dan memakan waktu," ungkapnya.
Senada dengan itu, Ida, pengguna jalan lainnya, mengakui adanya rasa waswas setiap kali melintas di sisa beton jembatan.
Dia berharap pemerintah tidak sekadar menutup jalan tanpa memberikan kejelasan kapan perbaikan rampung.
"Harapan kami segera diperbaiki. Jangan hanya ditutup portal saja tanpa ada kepastian kapan bisa normal lagi," tegas Ida.
Hingga berita ini diturunkan, pemandangan antrean motor yang menyelinap di sisa badan jembatan masih menjadi pemandangan harian.
Warga berharap janji perbaikan di tahun ini segera terealisasi agar jalur penghubung antarwilayah tersebut kembali layak digunakan oleh seluruh jenis kendaraan.(bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri