RADAR TULUNGAGUNG - Ratusan lubang menganga yang menghiasi jalur kabupaten Cuwiri-Karangrejo, Tulungagung, mendapat sorotan tajam dari kalangan wakil rakyat.
Mereka menilai kondisi jalur alternatif utama wilayah barat menuju Kediri ini bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Karena itu, perbaikan tidak bisa ditawar lagi dan harus sesegera mungkin.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tulungagung Asrori saat dikonfirmasi mengaku geram dengan kondisi infrastruktur daerah yang mengenaskan.
Bahkan, dia meyakini bahwa jumlah lubang di lapangan sebenarnya jauh lebih banyak dan sangat membahayakan, terutama saat musim penghujan.
"Jalur ini sering memakan korban, jadi memang harus segera dibenahi. Apalagi kalau setelah hujan, lubangnya tidak kelihatan dan itu sangat parah," tegasnya, kemarin (13/5).
Mengingat urgensi keselamatan pengguna jalan, pria yang juga menjadi anggota Komisi D DPRD Tulungagung ini mendesak pemerintah untuk tidak menunggu prosedur administrasi yang lama untuk sekadar melakukan tindakan preventif.
"Paling tidak dilakukan perawatan penambalan darurat lubang-lubang yang sejumlah 593 titik tadi karena sudah banyak sekali makan korban," cetusnya.
Lebih lanjut, pria yang berdomisili di Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, ini menekankan bahwa jalur tersebut merupakan akses vital bagi distribusi logistik, mulai dari bahan pangan hingga material infrastruktur.
Kondisi jalan yang dibiarkan rusak parah dalam waktu lama dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap fasilitas publik yang sangat krusial.
"Sudah ngisin-isini (memalukan). Jalur ekonomi utama yang membawa materi sembako dan infrastruktur dari arah utara kok kondisinya seperti itu," ungkapnya.
Menanggapi keluhan masyarakat yang kian meluas, dia mendesak Pemkab Tulungagung melalui dinas terkait untuk memberikan kepastian jadwal pengerjaan.
Dia menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama di atas prosedur administrasi yang berbelit.
"Kami dari dewan meminta kejelasan pelaksanaan pembenahan ini secepatnya demi keamanan warga. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa lebih lanjut baru ada tindakan nyata dari pemerintah," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ruas jalan kabupaten antara simpang empat Cuwiri-Karangrejo dihiasi ratusan lubang.
Bahkan, dari perhitungan manual yang dilakukan koran ini, ada sekitar 593 lubang yang bertebaran di jalur sepanjang sekitar 5 kilometer ini.
Alhasil banyak pengendara yang tidak nyaman melintas dan sering kali menimbulkan kecelakaan. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri