TULUNGAGUNG - Reco Pentung Tulungagung pernah menjadi salah satu pabrik rokok terbesar dan paling legendaris di Jawa Timur. Berdiri sejak 1946, perusahaan rokok lokal ini sempat menjadi ikon ekonomi masyarakat Tulungagung sebelum akhirnya bangkrut dan meninggalkan sejumlah bangunan bekas pabrik yang kini berubah fungsi.
Nama Reco Pentung masih melekat kuat di ingatan warga Tulungagung, terutama generasi lama yang pernah merasakan masa kejayaan industri rokok lokal tersebut. Selain dikenal lewat produk rokoknya, perusahaan ini juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi daerah pada era 1970 hingga 1990-an.
Reco Pentung Jadi Ikon Rokok Asli Tulungagung
Reco Pentung merupakan perusahaan rokok asli Tulungagung yang didirikan almarhum Haji Sumiran sekitar tahun 1946. Dalam perkembangannya, perusahaan tersebut memproduksi berbagai merek rokok yang cukup dikenal masyarakat Jawa Timur.
Beberapa produk yang sempat beredar di pasaran antara lain Reco Pentung, Minak Djinggo, Wasiat, Freedom, hingga Pentung Jaya. Pada masa jayanya, pabrik ini mampu menyerap banyak tenaga kerja dari wilayah Tulungagung dan sekitarnya.
Lokasi utama pabrik berada di kawasan Jalan Supriyadi, Tulungagung. Bangunan besar pabrik tersebut dulu menjadi salah satu pusat aktivitas industri terbesar di kota itu.
Baca Juga: Kenaikan Gaji Pensiunan 2026 dan Isu Rapelan Menguat, Ini Penjelasan Resmi Taspen dan Pemerintah
Selain pabrik utama, Reco Pentung juga memiliki sejumlah gudang dan bangunan produksi lain di beberapa titik Tulungagung. Salah satunya berada di dekat rel kereta kawasan Pasar Sore Lama.
“Dulu Reco Pentung menjadi kebanggaan masyarakat Tulungagung karena produknya dikenal luas,” demikian narasi yang disampaikan dalam video dokumentasi sejarah pabrik tersebut.
Bekas Pabrik Reco Pentung Kini Berubah Jadi Pusat Perbelanjaan
Seiring berjalannya waktu, kejayaan Reco Pentung mulai meredup hingga akhirnya perusahaan mengalami kebangkrutan. Beberapa aset pabrik kemudian berubah fungsi menjadi pusat perdagangan dan swalayan modern.
Salah satu bekas area pabrik kini menjadi Bravo Swalayan, pusat perbelanjaan besar yang cukup dikenal masyarakat Tulungagung. Perubahan itu membuat sebagian generasi muda tidak lagi mengetahui sejarah panjang bangunan tersebut.
Sementara beberapa bekas gudang dan bangunan produksi lainnya kini dipakai untuk toko, pusat kebugaran, hingga area usaha baru.
Meski begitu, sebagian bangunan lama masih menyisakan nuansa klasik khas industri rokok tempo dulu. Hal inilah yang membuat banyak kreator konten sejarah maupun horor tertarik mendokumentasikan lokasi tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, nama Reco Pentung kembali ramai diperbincangkan setelah muncul di berbagai konten YouTube bertema sejarah dan eksplorasi bangunan terbengkalai.
Pernah Jadi Simbol Kemajuan Ekonomi Tulungagung
Pada masa kejayaannya, Reco Pentung bukan hanya perusahaan rokok biasa. Kehadirannya ikut menggerakkan ekonomi masyarakat Tulungagung, mulai dari petani tembakau, buruh linting, hingga sektor perdagangan.
Baca Juga: Taspen Tegaskan Soal Rapel Gaji dan Gaji ke-13 ASN 2026: Ini Fakta Resmi yang Sebenarnya Berlaku
Industri rokok saat itu menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah sebelum persaingan bisnis semakin ketat dan industri besar nasional mulai mendominasi pasar.
Nama besar Reco Pentung bahkan sempat dikenal di berbagai daerah di Jawa Timur. Tidak sedikit warga Tulungagung yang memiliki kenangan keluarga bekerja di perusahaan tersebut.
Kini, meski tinggal kenangan, jejak sejarah Reco Pentung masih dianggap bagian penting dari perjalanan industri lokal Tulungagung.
Harapan pun muncul agar ke depan lahir kembali perusahaan-perusahaan besar dari Tulungagung yang mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional maupun internasional seperti yang pernah dilakukan Reco Pentung pada masanya.