TULUNGAGUNG - Kompleks makam Reco Sewu di kawasan Pantai Popoh, Kecamatan Besuki, Tulungagung, kembali menjadi perhatian publik setelah video penelusuran lokasi makam pendiri pabrik rokok Reco Pentung viral di media sosial. Tempat tersebut dikenal karena dipenuhi ribuan arca, nuansa budaya Jawa yang kental, hingga cerita ritual yang dikaitkan dengan Pantai Selatan.
Reco Sewu merupakan makam Haji Sumiran Karsodiwiryo, pendiri perusahaan rokok Reco Pentung yang pernah berjaya di Jawa Timur. Kompleks itu berada tidak jauh dari Pantai Popoh dan disebut menjadi simbol kejayaan sang pengusaha rokok pada masanya.
Dalam video penelusuran yang beredar, bangunan makam terlihat megah dengan dominasi arca dan ornamen khas budaya Jawa. Bahkan, penjaga lokasi menyebut jumlah arca di area tersebut mencapai hampir 3.000 buah.
Reco Sewu Dibangun Sejak 1990, Jadi Makam Pendiri Reco Pentung
Penelusur dalam video menjelaskan bahwa peletakan batu pertama kompleks Reco Sewu dilakukan pada 1990. Proses pembangunan berlangsung sekitar dua tahun dan diresmikan pada 1995.
“Kalau bahasa sekarang itu peletakan batu pertama tahun 1990, terus pembangunannya kurang lebih dua tahun,” ujar penjaga lokasi dalam video tersebut.
Kompleks itu kemudian menjadi makam pribadi Sumiran Karsodiwiryo bersama istrinya. Sumiran sendiri wafat pada 21 Februari 1997, sementara istrinya meninggal pada 15 Juni 2013.
Area makam berada di tengah bangunan besar yang dipenuhi arca. Di bagian depan terdapat patung Dwarapala berukuran besar, sedangkan di beberapa sudut makam terdapat ornamen naga.
Penjaga lokasi menyebut angka sembilan menjadi simbol penting di kawasan itu. Tangga menuju makam berjumlah sembilan tingkat, ukuran relief arca dikaitkan dengan angka sembilan, hingga total arca disebut menghasilkan angka akhir sembilan jika dijumlahkan.
“Jumlahnya kalau dibagi tetap sembilan, menggambarkan Wali Songo,” katanya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Gemini Hari Ini: Simpan Rencanamu Diam-Diam, Kejutan Besar Disebut Segera Datang
Selain menjadi makam keluarga, lokasi tersebut juga disebut dibuka untuk umum dan sering didatangi peziarah.
Dikaitkan dengan Ritual dan Pesanggrahan Nyai Roro Kidul
Salah satu bagian yang paling menyita perhatian publik adalah keberadaan area yang disebut sebagai pesanggrahan atau tempat ritual yang dikaitkan dengan Nyai Roro Kidul.
Menurut penjaga lokasi, dahulu kawasan tersebut ramai didatangi orang yang melakukan ritual pribadi atau mencari berkah. Bahkan terdapat bangunan bernama Pesanggrahan Madya Nirwana yang berada dekat kawasan pantai.
“Dulu 70 persen pengunjung ke palaran Nyai Roro Kidul,” ujar penjaga itu.
Ia juga menyebut malam tertentu seperti Jumat Legi, Jumat Kliwon, dan Selasa Kliwon dianggap sebagai waktu yang ramai digunakan pengunjung untuk datang ke lokasi tersebut.
Meski demikian, penjaga menegaskan masyarakat sekitar lebih memaknai kawasan itu sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan budaya Jawa, bukan pemujaan.
“Kalau orang sini itu memelihara adat dan budaya, bukan memuja,” katanya.
Narasi tentang aura mistis juga muncul dalam video tersebut. Penjaga mengaku beberapa pengunjung, terutama anak-anak kecil, disebut sering merasakan hal-hal ganjil saat berada di lokasi.
Namun ia menekankan bahwa dirinya hanya bertugas merawat area makam dan tidak ingin mengaitkan hal tersebut dengan sesuatu yang bersifat gaib secara berlebihan.
Jadi Wisata Budaya dan Sejarah di Dekat Pantai Popoh
Selain dikenal karena kisah mistisnya, Reco Sewu juga menjadi simbol sejarah kejayaan industri rokok lokal Tulungagung. Reco Pentung pernah menjadi salah satu pabrik rokok terbesar di Jawa Timur Selatan dengan ribuan pekerja pada masa jayanya.
Lokasi makam berada di kawasan tanah milik keluarga Sumiran yang juga mencakup area penginapan dan wisata dekat Pantai Popoh.
Di sekitar makam terdapat sumber air yang dipercaya sebagian pengunjung memiliki makna simbolis tentang kehidupan dan kesegaran. Air tersebut dialirkan ke area tertentu di dalam kompleks.
Penjaga lokasi berharap masyarakat tetap menjaga budaya dan tradisi leluhur Jawa tanpa meninggalkan nilai agama.
“Jangan meninggalkan budaya. Kita tinggal di Jawa, jadi harus tetap menjaga adat dan tradisi,” ujarnya.
Kini Reco Sewu menjadi salah satu lokasi yang kerap dikunjungi wisatawan, peziarah, hingga pembuat konten YouTube karena perpaduan antara sejarah, budaya Jawa, dan cerita mistis yang melekat di kawasan tersebut.
Editor : Dyah Wulandari