Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jalan Rusak Akibat Pembangunan Jembatan Gondang 1 Jadi Tanggung Jawab Pemkab Tulungagung

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:00 WIB
Ruas jalan kabupaten di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, yang baru selesai dibangun dengan anggaran Inpres Jalan Daerah (IJD) ini menjadi jalur alternatif selama penggantian Jembatan Gondang 1.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Ruas jalan kabupaten di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, yang baru selesai dibangun dengan anggaran Inpres Jalan Daerah (IJD) ini menjadi jalur alternatif selama penggantian Jembatan Gondang 1.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Penutupan total Jembatan Gondang 1 Tulungagung mulai 29 Mei 2026 diperkirakan tidak hanya berdampak pada perubahan arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi memicu kerusakan jalan desa akibat meningkatnya volume kendaraan pengalihan. 

Alhasil, Pemkab Tulungagung pun mulai menyiapkan langkah antisipasi terhadap kondisi tersebut.

Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, masyarakat memang akan diarahkan menggunakan jalur alternatif selama proses pembangunan jembatan berlangsung.

Karena itu, sejumlah ruas jalan desa diperkirakan bakal ikut menanggung beban kendaraan lebih besar dibanding biasanya. 

Baca Juga: Proyek Penggantian Jembatan Gondang 1 Tulungagung Tuai Sorotan, Warga Takut Jalan Desa Jadi Jalur Truk Bertonase Besar

“Karena Jembatan Gondang ditutup, masyarakat tentu diimbau lewat jalan lain,” ujarnya, kemarin (25/5).

Menurut Baharudin, potensi kerusakan jalan akibat meningkatnya lalu lintas kendaraan menjadi konsekuensi yang harus diantisipasi pemerintah.

Terutama pada ruas-ruas jalan desa yang nantinya menjadi jalur penghubung pengalihan arus dari Tulungagung menuju Trenggalek maupun sebaliknya.

Meski demikian, dia memastikan pemerintah daerah akan bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan jalan selama masa pengalihan arus berlangsung.

Baca Juga: Jalur Alternatif Penutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung Diprediksi Padat, Satlantas Imbau Hajatan Tak Gunakan Badan Jalan

“Kalau nanti ada kerusakan jalan, itu menjadi tugas pemerintah untuk memperbaikinya lagi,” katanya.

Pria yang juga menjabat Ketua DPC Gerindra Tulungagung ini mengakui, meskipun tidak seluruh jalan alternatif mengalami kerusakan berat, peningkatan intensitas kendaraan tetap berpotensi menurunkan kondisi jalan secara bertahap.

Apalagi, sebagian jalur pengalihan nantinya dilalui kendaraan besar. 

“Tidak semua rusak parah, tapi pasti ada dampak kerusakan di jalan-jalan alternatif,” pungkasnya.

Baca Juga: Perjalanan Tulungagung–Trenggalek via Jalur Alternatif Penutupan Jembatan Gondang 1 Capai 90 Menit, Jarak Tempuh hingga 36 Kilometer

Seperti diketahui, Jembatan Gondang 1 akan ditutup total mulai 29 Mei hingga akhir November 2026 untuk proses penggantian oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali.

Selama proyek berlangsung, arus kendaraan dialihkan melalui sejumlah jalur alternatif di wilayah selatan Tulungagung.

Pemerintah daerah bersama Satlantas Polres Tulungagung saat ini masih terus melakukan koordinasi terkait rekayasa lalu lintas, pemasangan rambu, hingga sosialisasi kepada masyarakat guna meminimalkan dampak selama proyek berjalan. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#jembatan gondang 1 #pembangunan jembatan #jalan alternatif #jalan desa #jalan rusak