RADAR TULUNGAGUNG - Penutupan total Jembatan Gondang 1 Tulungagung mulai 29 Mei 2026 diperkirakan tidak hanya berdampak pada perubahan arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi memicu kerusakan jalan desa akibat meningkatnya volume kendaraan pengalihan.
Alhasil, Pemkab Tulungagung pun mulai menyiapkan langkah antisipasi terhadap kondisi tersebut.
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mengatakan, masyarakat memang akan diarahkan menggunakan jalur alternatif selama proses pembangunan jembatan berlangsung.
Karena itu, sejumlah ruas jalan desa diperkirakan bakal ikut menanggung beban kendaraan lebih besar dibanding biasanya.
“Karena Jembatan Gondang ditutup, masyarakat tentu diimbau lewat jalan lain,” ujarnya, kemarin (25/5).
Menurut Baharudin, potensi kerusakan jalan akibat meningkatnya lalu lintas kendaraan menjadi konsekuensi yang harus diantisipasi pemerintah.
Terutama pada ruas-ruas jalan desa yang nantinya menjadi jalur penghubung pengalihan arus dari Tulungagung menuju Trenggalek maupun sebaliknya.
Meski demikian, dia memastikan pemerintah daerah akan bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan jalan selama masa pengalihan arus berlangsung.
“Kalau nanti ada kerusakan jalan, itu menjadi tugas pemerintah untuk memperbaikinya lagi,” katanya.
Pria yang juga menjabat Ketua DPC Gerindra Tulungagung ini mengakui, meskipun tidak seluruh jalan alternatif mengalami kerusakan berat, peningkatan intensitas kendaraan tetap berpotensi menurunkan kondisi jalan secara bertahap.
Apalagi, sebagian jalur pengalihan nantinya dilalui kendaraan besar.
“Tidak semua rusak parah, tapi pasti ada dampak kerusakan di jalan-jalan alternatif,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Jembatan Gondang 1 akan ditutup total mulai 29 Mei hingga akhir November 2026 untuk proses penggantian oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali.
Selama proyek berlangsung, arus kendaraan dialihkan melalui sejumlah jalur alternatif di wilayah selatan Tulungagung.
Pemerintah daerah bersama Satlantas Polres Tulungagung saat ini masih terus melakukan koordinasi terkait rekayasa lalu lintas, pemasangan rambu, hingga sosialisasi kepada masyarakat guna meminimalkan dampak selama proyek berjalan. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri