RADAR TULUNGAGUNG — Kondisi memprihatinkan terjadi di SDN 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung.
Dua ruang kelas di sekolah dasar tersebut, kemarin (26/5), ambruk dan rusak parah hingga membuat aktivitas belajar mengajar terganggu.
Kerusakan yang terjadi pada ruang kelas 5 dan kelas 6 itu disebut sudah berlangsung sekitar satu hingga dua bulan terakhir.
Bagian lantai bangunan tampak turun dan memunculkan retakan di sejumlah sisi bangunan sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa maupun guru.
Baca Juga: Dinkes Tulungagung Observasi Dugaan Keracunan MBG di SDN 3 Bungur, Sementara Mengarah ke Lauk Ayam
Kepala SDN 1 Babadan, Endang Sri Wahyuni mengatakan, kerusakan diduga dipicu amblesnya saluran air di belakang bangunan sekolah.
Sudah sekitar satu bulan lebih ada selokan di belakang bangunan yang ambruk.
"Ada selokan yang ambles di belakang bangunan yang ambruk,” ujarnya.
Menurut dia, akibat kondisi tersebut, 63 siswa dari dua kelas terdampak terpaksa dipindahkan sementara ke ruang lain yang dinilai lebih aman.
Baca Juga: Lagi, 24 Siswa SDN 3 Bungur Tulungagung Diduga Keracunan Menu MBG, Dilarikan ke Puskesmas Karangrejo
Pihak sekolah memanfaatkan musala serta beberapa ruangan cadangan agar kegiatan belajar tetap berjalan.
“Anak-anak dipindahkan ke musala dan ruang lain supaya tetap nyaman belajar,” katanya.
Meski proses pembelajaran masih berlangsung, kondisi bangunan yang rusak membuat pihak sekolah terus waspada.
Retakan dan penurunan lantai dikhawatirkan semakin parah apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Ironisnya, bangunan ruang kelas tersebut disebut belum pernah mendapat renovasi besar sejak pertama kali dibangun sekitar 2008 silam.
Selama hampir dua dekade, perawatan yang dilakukan hanya bersifat ringan dan terbatas.
“Belum pernah direnovasi sejak dibangun,” tambahnya.
Pihak sekolah mengaku sudah beberapa kali menyampaikan kondisi bangunan kepada dinas terkait.
Namun, penyampaian itu masih sebatas laporan lisan dan belum melalui pengajuan resmi secara tertulis.
"Semoga segera ada tindak lanjut dari dinas untuk melakukan perbaikan agar anak-anak bisa kembali belajar dengan tenang," tandasnya. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri