Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dua Kelas SDN 1 Babadan Tulungagung Ambruk, Puluhan Siswa Terpaksa Belajar di Musala

Rahiiq Al Bachri • Rabu, 27 Mei 2026 | 08:07 WIB
Kondisi ruang kelas di SDN 1 Babadan Tulungagung yang ambruk. Alhasil, siswa harus mengungsi belajar ke musala.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Kondisi ruang kelas di SDN 1 Babadan Tulungagung yang ambruk. Alhasil, siswa harus mengungsi belajar ke musala.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG — Kondisi memprihatinkan terjadi di SDN 1 Babadan, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung.

Dua ruang kelas di sekolah dasar tersebut, kemarin (26/5), ambruk dan rusak parah hingga membuat aktivitas belajar mengajar terganggu. 

Kerusakan yang terjadi pada ruang kelas 5 dan kelas 6 itu disebut sudah berlangsung sekitar satu hingga dua bulan terakhir.

Bagian lantai bangunan tampak turun dan memunculkan retakan di sejumlah sisi bangunan sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa maupun guru. 

Baca Juga: Dinkes Tulungagung Observasi Dugaan Keracunan MBG di SDN 3 Bungur, Sementara Mengarah ke Lauk Ayam

Kepala SDN 1 Babadan, Endang Sri Wahyuni mengatakan, kerusakan diduga dipicu amblesnya saluran air di belakang bangunan sekolah.

Sudah sekitar satu bulan lebih ada selokan di belakang bangunan yang ambruk.

"Ada selokan yang ambles di belakang bangunan yang ambruk,” ujarnya. 

Menurut dia, akibat kondisi tersebut, 63 siswa dari dua kelas terdampak terpaksa dipindahkan sementara ke ruang lain yang dinilai lebih aman.

Baca Juga: Lagi, 24 Siswa SDN 3 Bungur Tulungagung Diduga Keracunan Menu MBG, Dilarikan ke Puskesmas Karangrejo

Pihak sekolah memanfaatkan musala serta beberapa ruangan cadangan agar kegiatan belajar tetap berjalan.

“Anak-anak dipindahkan ke musala dan ruang lain supaya tetap nyaman belajar,” katanya. 

Meski proses pembelajaran masih berlangsung, kondisi bangunan yang rusak membuat pihak sekolah terus waspada.

Retakan dan penurunan lantai dikhawatirkan semakin parah apabila tidak segera dilakukan penanganan. 

Baca Juga: Pasca Gempa Bumi di Talunkulon, Disdik Tulungagung Lakukan Monev dan Usulkan Anggaran Perbaikan SDN 1 Talunkulon

Ironisnya, bangunan ruang kelas tersebut disebut belum pernah mendapat renovasi besar sejak pertama kali dibangun sekitar 2008 silam.

Selama hampir dua dekade, perawatan yang dilakukan hanya bersifat ringan dan terbatas.

“Belum pernah direnovasi sejak dibangun,” tambahnya. 

Pihak sekolah mengaku sudah beberapa kali menyampaikan kondisi bangunan kepada dinas terkait.

Baca Juga: Cerita Siswa SDN 1 Talunkulon saat Gempa Pacitan Magnitudo 5,5 Guncang Tulungagung, Plafon Sekolah Ambruk dan Tembok Retak

Namun, penyampaian itu masih sebatas laporan lisan dan belum melalui pengajuan resmi secara tertulis.

"Semoga segera ada tindak lanjut dari dinas untuk melakukan perbaikan agar anak-anak bisa kembali belajar dengan tenang," tandasnya. (bac/c1/rka)

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ambruk #Karangrejo #sekolah #musala