Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

11 SMPN di Tulungagung Selatan Ikuti Edutalktif, Satlantas Soroti Pelajar Bawa Motor ke Sekolah

Sandy Sri Yuwana • Rabu, 27 Mei 2026 | 09:47 WIB
Edutalktif digelar di SMPN 1 Bandung, pada 26 Mei 2026. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Edutalktif digelar di SMPN 1 Bandung, pada 26 Mei 2026. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Program Edutalktif Minimalisasi Kecelakaan Lalu Lintas Pelajar di Tulungagung yang digagas Radar Tulungagung bersama Satlantas Polres dan Dinas Perhubungan Tulungagung terus berlanjut. Setelah menyasar wilayah tengah, kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas kali ini digelar di SMPN 1 Bandung, Tulungagung, Selasa (26/5).

 

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan siswa dari 11 SMPN yang tergabung dalam korwil selatan Tulungagung. Selain itu, turut hadir delapan kepala SMPN wilayah selatan Tulungagung untuk mendukung program edukasi keselamatan berlalu lintas bagi pelajar tersebut.

 

Sejak awal acara, suasana interaktif terasa ketika para pelajar aktif bertanya terkait aturan berlalu lintas, penggunaan kendaraan listrik, hingga risiko kecelakaan bagi pengendara usia sekolah.

 

Korwil Selatan SMPN Tulungagung yang juga Kepala SMPN 1 Campurdarat, Drs. H. Zaenal Komarudin, M.Pd mengapresiasi terselenggaranya kegiatan edukasi tersebut. Menurut dia, sosialisasi keselamatan berlalu lintas sangat penting diberikan kepada pelajar sejak dini sebagai upaya membangun kedisiplinan dan kesadaran di jalan raya.

 

Dia berharap materi yang diterima siswa tidak hanya dipahami saat kegiatan berlangsung, namun juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama terkait kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan keselamatan berkendara.

 

“Anak-anak harus memahami pentingnya disiplin berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polres Tulungagung, Iptu Sunondo menyebut tingginya angka kecelakaan pelajar masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Termasuk kecelakaan yang melibatkan pelajar di bawah umur yang belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor.

 

“Karena itu peran orang tua penting untuk tidak mengizinkan anak membawa motor ke sekolah,” tegasnya.

 

Menurutnya, kecelakaan lalu lintas hampir selalu diawali pelanggaran, sehingga edukasi tertib berlalu lintas perlu ditanamkan sejak dini.

 

Polisi yang akrab disapa Nondo ini juga menegaskan sepeda listrik tidak boleh digunakan di jalan raya umum dan hanya diperbolehkan di kawasan tertentu seperti perumahan, tempat wisata, atau area perkantoran. Sementara motor listrik tetap diperbolehkan melintas di jalan umum selama memiliki kelengkapan resmi seperti STNK.

 

Hal serupa juga disampaikan Kabid Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Oki Sakti Nugrahajati. Dia turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia meminta orang tua tidak membiarkan anak usia SMP berkendara sendiri ke sekolah dan memanfaatkan program angkutan sekolah gratis yang telah disediakan Dishub Tulungagung.

 

“Sepeda listrik kurang stabil dan tidak direkomendasikan digunakan anak-anak di jalan umum,” tandasnya.

 

Kegiatan Edutalktif tersebut menjadi bagian dari upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih didominasi usia pelajar di Kabupaten Tulungagung. Selain edukasi, para siswa juga diingatkan mengenai larangan berkendara bagi anak di bawah umur serta pentingnya peran orang tua dalam pengawasan. 

Editor : Sandy Sri Yuwana
#edutalktif #dishub Tulungagung #tulungagung #smpn 1 bandung #satlantas polres tulungagung