RADAR TULUNGAGUNG - Rekonstruksi total Jembatan Gondang 1 di jalur provinsi Tulungagung–Trenggalek resmi dimulai pada Selasa (2/5/2026).
Proyek senilai miliaran rupiah tersebut tidak hanya mengganti struktur lama yang telah menua. Namun juga menghadirkan konstruksi baru dengan standar ketahanan yang diproyeksikan mampu bertahan hingga 50 tahun mendatang.
Pembangunan jembatan dilakukan melalui kajian teknis dan perencanaan matang. Desain baru tetap mengacu pada bentuk jembatan sebelumnya.
Namun, sejumlah elemen struktur utama diperkuat untuk meningkatkan daya tahan terhadap beban kendaraan maupun faktor lingkungan.
Pengawas lapangan proyek, Osky Ardianto, menjelaskan bahwa target umur layanan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan desain konstruksi.
Karena itu, setiap komponen dirancang untuk memenuhi standar kekuatan jangka panjang.
“Kita mengacu pada desain lama. Hanya saja, struktur yang baru kita perkuat lagi. Acuan kami, umur jembatan yang dibangun minimal 40 sampai 50 tahun. Jadi, perencanaannya benar-benar melalui perhitungan,” ujarnya.
Menurut Osky, perbedaan paling mencolok terdapat pada sistem penyangga bagian tengah jembatan.
Pada konstruksi baru akan dipasang sejumlah pilar tambahan di bagian bawah untuk meningkatkan stabilitas struktur dan memperbesar kemampuan menahan beban.
Keberadaan pilar tersebut dinilai penting karena menjadi elemen utama yang menopang bentang jembatan.
Dengan dukungan struktur yang lebih kuat, risiko penurunan kualitas konstruksi akibat beban lalu lintas maupun tekanan dari aliran sungai dapat diminimalkan.
“Untuk bagian tengah nanti menggunakan pilar bawah. Ada beberapa pilar yang dipasang untuk memperkuat konstruksi,” tambahnya.
Proyek rekonstruksi ini dijadwalkan berlangsung hingga 11 Desember 2026. Selama proses pembangunan, akses utama Tulungagung–Trenggalek melalui Jembatan Gondang 1 ditutup total dan seluruh kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Tulungagung AKP M Taufik Nabila mengatakan, penutupan total dilakukan sejak Selasa (2/6) pukul 14.35 WIB.
Dia bersama dinas perhubungan telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar selama proyek berlangsung.
“Seluruh kendaraan yang menuju kawasan Jembatan Gondang dialihkan sesuai rute yang telah ditentukan,” katanya.
Dia menambahkan, kondisi lalu lintas pada hari pertama penutupan relatif terkendali karena bertepatan dengan periode libur panjang.
Meski demikian, evaluasi dan pemantauan arus kendaraan akan terus dilakukan secara berkala selama masa konstruksi berlangsung.
Dengan desain struktur yang lebih modern dan sistem penyangga yang diperkuat, Jembatan Gondang 1 diharapkan menjadi infrastruktur jangka panjang yang mampu menunjang konektivitas Tulungagung–Trenggalek secara lebih aman dan andal dalam beberapa dekade ke depan. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri