Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Keluhan Pengendara Usai Penutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung, Jalur Sempit Kini Dipadati Kendaraan

Rahiiq Al Bachri • Kamis, 4 Juni 2026 | 11:49 WIB
Berbagai kendaraan melintasi simpang tiga Gondang, Tulungagung, dan harus mengurangi kecepatan.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Berbagai kendaraan melintasi simpang tiga Gondang, Tulungagung, dan harus mengurangi kecepatan.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Penutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung membuat banyak orang kelimpungan. Khususnya pengguna kendaraan bermotor yang mau tidak mau harus melintasi jalur alternatif. Berikut penuturan mereka.

Pemberlakuan rekayasa lalu lintas pascapenutupan total Jembatan Gondang 1 langsung memicu tumpukan kendaraan di beberapa titik krusial rute pengalihan.

Karakteristik jalur penghubung antarkecamatan yang sempit memaksa para pengguna jalan harus tertahan dalam antrean panjang akibat adanya lonjakan volume kendaraan yang melintas secara bersamaan.

Kondisi merayap tersebut dirasakan langsung Via, salah seorang mahasiswa asal Trenggalek yang kerap melintasi jalur alternatif timur pertigaan Gondang untuk menuju ke Tulungagung.

Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung–Trenggalek Dibangun Ulang, Struktur Baru Diklaim Bertahan hingga 50 Tahun

Menurutnya, kesemrawutan lalu lintas sudah mulai tampak sejak hari pertama sterilisasi jalur utama diberlakukan. 

"Kemarin, saya lihat sendiri banyak pemotor yang kebingungan hingga terpaksa putar balik karena salah ambil rute di awal titik rekayasa. Padahal, jalur alternatif ini ketentuannya hanya diperuntukkan untuk roda dua saja. Ditambah lagi, truk-truk muatan justru nekat menerobos masuk jalan alternatif ini," keluh Via.

Dampak kemacetan di rute sempit tersebut juga dikeluhkan oleh pengguna jalan lain.

Ahmad, seorang pengendara roda dua yang kerap melintasi kawasan tersebut, mengaku durasi perjalanannya membengkak drastis akibat terjebak di jalur alternatif harian tersebut. 

Baca Juga: Omzet Terancam Anjlok, Pedagang di Sekitar Jembatan Gondang 1 Tulungagung Berharap Rezeki dari Aktivitas Proyek Pembangunan

"Meskipun rute ini khusus untuk roda dua, tapi tetap saja macet parah di jam-jam sibuk. Banyaknya motor yang menumpuk di jalur sempit ini bikin arus terkunci. Apalagi kalau ada kendaraan muatan besar yang nekat masuk dari lawan arah, otomatis lalu lintas langsung mandek total," keluh Ahmad.

Kondisi karut-marut di lapangan kian diperparah kontur dan geometris jalan alternatif yang melintasi kawasan permukiman sehingga kurang ideal untuk menampung limpahan kendaraan dalam jumlah besar dari jalur utama.

Keluhan seputar kerawanan medan jalan itu diutarakan Gading, seorang warga lokal yang saban hari melintasi rute Desa Mojoarum.

Dia menyebut bahwa potensi kemacetan di jalur tersebut bersumber dari kapasitas aspal yang minim, banyaknya tikungan, serta kondisi lingkungan sekitar.

Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Ditutup untuk Rekonstruksi, Pemkab Tulungagung Pastikan Pelayanan Publik dan Aktivitas OPD Tetap Lancar

"Kalau lewat sini agak macet soalnya perumahan padat dan cukup banyak belokan, jadi agak macet jalannya," pungkas Gading. 

Melihat kondisi tersebut, para pengguna jalan berharap pihak terkait segera memperketat penjagaan di pintu masuk jalur alternatif agar kendaraan roda empat ke atas, terutama truk muatan, benar-benar tidak menerobos masuk ke jalan permukiman yang sempit dan berbelok tersebut. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#jembatan gondang 1 #trenggalek #jalur alternatif #truk #pengendara motor