Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dampak Penutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung, Selokan di Jalur Alternatif Desa Mojoarum Ambles Sepanjang 500 Meter

Rahiiq Al Bachri • Sabtu, 6 Juni 2026 | 10:24 WIB
Warga Desa Mojoarum memasang tali di pinggir jalan desa selama pengalihan rute kendaraan akibat penggantian Jembatan Gondang 1 Tulungagung.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Warga Desa Mojoarum memasang tali di pinggir jalan desa selama pengalihan rute kendaraan akibat penggantian Jembatan Gondang 1 Tulungagung.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Dampak penutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung mulai merembet ke infrastruktur di jalur alternatif. 

Setelah beberapa pekan menjadi lintasan kendaraan pengalihan arus, fasilitas saluran drainase atau selokan di Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, Tulungagung, dilaporkan ambles di sejumlah titik.

Kerusakan terjadi di jalur alternatif sisi barat yang selama ini digunakan sebagai rute penghubung kendaraan pascapenutupan jembatan nasional Tulungagung–Trenggalek.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan membentang mulai kawasan perempatan Kantor Desa Mojoarum hingga ke arah utara dengan panjang terdampak sekitar 500 meter. 

Baca Juga: Ramai Dilintasi Usai Penutupan Jembatan Gondang 1, Jalur Alternatif Jetakan–Gondang Jadi Sorotan karena Minim PJU

Kondisi tersebut diduga dipicu meningkatnya volume kendaraan roda empat hingga kendaraan bermuatan yang tetap melintas di ruas jalan desa yang sebenarnya tidak dirancang untuk menahan beban berat.

Sabrina, warga Desa Mojoarum, mengaku merasakan perubahan signifikan pada kondisi lalu lintas di lingkungan tempat tinggalnya sejak rekayasa arus diberlakukan.

Apalagi, jumlah kendaraan yang melintasi desanya bertambah banyak pascapenutupan Jembatan Gondang 1. 

"Kalau perkembangan jalan di sini, memang sekarang jauh lebih ramai dari biasanya. Kemarin sekitar jam 14.00 WIB, saya lewat, dan kendaraan yang melintas cukup padat," ujarnya.

Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Ditutup Total, Rute Bus Sekolah Tulungagung Berubah dan Kini Hanya Sampai Polsek Gondang

Kepala Desa Mojoarum, Emmy Siksowati menjelaskan, persoalan utama muncul karena banyak kendaraan roda empat ke atas memanfaatkan jalan desa sebagai jalur alternatif.

Padahal, kapasitas jalan dan bangunan pelengkapnya tidak didesain untuk menanggung intensitas serta tonase kendaraan sebesar itu.

"Sejak jalur utama dialihkan, jalan alternatif di desa kami menjadi sangat padat. Banyak mobil pribadi sampai kendaraan bermuatan yang ikut memaksa lewat sini, padahal kapasitas jalannya tidak sesuai," jelasnya. 

Menurut Emmy, kerusakan paling parah terjadi pada struktur selokan yang berada di tepi badan jalan.

Baca Juga: Misteri Jembatan Plengkung Tulungagung, Dibangun Belanda Tahun 1925 hingga Kisah Sayembara Melompati Sungai Ngrowo

Lebar jalan yang terbatas membuat roda kendaraan kerap naik ke bagian tepi hingga menyebabkan konstruksi drainase tidak mampu menahan beban. 

"Dampaknya sekarang selokan kami mengalami keamblesan cukup parah. Titik utamanya mulai dari perempatan balai desa ke arah utara, kurang lebih sepanjang 500 meter. Struktur selokan rusak dan ambrol karena terus-menerus tergilas kendaraan roda empat ke atas," terangnya. 

Pemerintah desa khawatir kerusakan akan semakin meluas apabila tidak segera dilakukan penanganan.

Selain berpotensi mengganggu fungsi drainase, kondisi tersebut juga dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Baca Juga: Keluhan Pengendara Usai Penutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung, Jalur Sempit Kini Dipadati Kendaraan

"Kalau tidak segera diperbaiki, aspal di samping selokan yang ambles bisa ikut terkikis dan longsor. Jalannya sempit sehingga sangat berisiko jika ada pengendara motor yang terperosok ke bagian yang rusak," katanya. 

Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa berencana melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah kabupaten dan instansi terkait guna meminta evaluasi terhadap pengaturan lalu lintas di jalur alternatif sekaligus penanganan kerusakan infrastruktur yang telah terjadi.

"Terkait lalu lintas di jalur alternatif Desa Mojoarum ini, semuanya akan kami koordinasikan dengan pihak terkait pada hari Senin nanti. Harapan kami ada evaluasi di lapangan sekaligus solusi perbaikan sarana prasarana yang rusak," pungkas Emmy.(bac/c1/rka)

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#jembatan gondang #selokan #desa mojoarum #jalur alternatif