RADAR TULUNGAGUNG – Pemicu 12 kelurahan di Kecamatan Tulungagung belum membangun Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) terkuak.
Umumnya mereka menunggu hasil kajian dan keputusan lebih lanjut terkait lokasi pembangunan.
Mengingat, mayoritas berada di kawasan yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena berada di pusat kota Tulungagung.
Camat Tulungagung Hari Prastijo menjelaskan, sejumlah lokasi yang diusulkan masih menghadapi berbagai pertimbangan.
Mulai dari status aset hingga potensi ekonomi lahan yang dinilai cukup tinggi sehingga pemanfaatannya harus diperhitungkan secara matang.
Salah satu yang hingga kini masih menjadi pembahasan adalah lokasi di Kelurahan Karangwaru, Tulungagung.
Lahan yang diusulkan berada di kawasan Pasar Pahing. Namun, belum ada keputusan final karena kawasan tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup besar.
“Karangwaru masih tarik ulur karena di lapangan Pasar Pahing itu nilai ekonominya sangat tinggi. Jadi belum tahu nanti akan dijadikan apa,” ujarnya.
Selain Karangwaru, sejumlah titik di kelurahan lain juga masih dalam tahap pembahasan.
Di Kelurahan Kenayan, misalnya, lokasi yang diusulkan berada di kawasan Belga. Sementara di Kampungdalem berada di eks pengadilan yang berlokasi di depan SMPN 1 Tulungagung.
Adapun di Kelurahan Bago, lokasi yang dipertimbangkan berada di kawasan bekas kantor pajak.
Menurut pria paro baya ini, seluruh lokasi tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut karena aset yang digunakan merupakan aset milik Pemkab Tulungagung.
“Itu masih dikaji semua. Kami hanya menunjukkan beberapa tempat yang merupakan aset kabupaten. Nanti keputusan ada di pemangku kebijakan,” katanya.
Di tengah masih berlangsungnya pembahasan tersebut, dua kelurahan telah dipastikan memiliki lokasi yang siap digunakan. Yakni, Kelurahan Kedungsoko dan Kelurahan Botoran.
Untuk Kelurahan Botoran, lokasi yang disiapkan berada di area pojok Pasar Ngemplak, sedangkan Kelurahan Kedungsoko direncanakan berada di kawasan depan Kebun Blimbing.
Baca Juga: Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tulungagung Terkendala Lahan, Baru 37 Desa Rampung
“Yang sudah positif itu Kedungsoko dan Botoran,” jelas Hari.
Dia menambahkan, kedua lokasi tersebut dinilai memenuhi kebutuhan lahan untuk pembangunan koperasi.
Bahkan, proses pembangunan dapat segera dilakukan apabila telah mendapatkan persetujuan dari pimpinan daerah.
“Kalau yang dua lokasi itu sudah cukup. Tinggal persetujuan saja, setelah itu bisa langsung dibangun,” tandasnya.
Pemkab Tulungagung sendiri terus mematangkan persiapan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu pengungkit perekonomian masyarakat melalui penguatan kelembagaan ekonomi di tingkat paling bawah. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri