RADAR TULUNGAGUNG – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai berdampak pada layanan bus sekolah Tulungagung.
Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung memperkirakan kebutuhan anggaran operasional program tersebut membengkak hingga Rp 100 juta pada tahun ini.
Meski biaya operasional bus sekolah Tulungagung mengalami kenaikan cukup signifikan, masyarakat tidak perlu khawatir.
Dishub memastikan layanan antar jemput pelajar tetap berjalan normal tanpa pengurangan armada maupun perubahan rute.
Saat ini, bus sekolah Tulungagung menjadi salah satu program andalan pemerintah daerah dalam menyediakan transportasi aman, nyaman, dan gratis bagi para pelajar.
Kenaikan harga BBM membuat kebutuhan operasional yang sebelumnya sekitar Rp 300 juta per tahun meningkat menjadi Rp 400 juta.
Kepala Bidang Angkutan dan Sarana Dishub Tulungagung Oki Sakti Nugrahajati mengatakan, lonjakan anggaran tersebut dipicu meningkatnya biaya bahan bakar yang digunakan armada setiap hari.
"Awalnya rata-rata per tahun membutuhkan biaya operasional sekitar Rp 300 juta. Sekarang ada kenaikan, perkiraannya bertambah sekitar Rp 100 juta," ujarnya.
Meski menghadapi kenaikan biaya operasional, Dishub Tulungagung memastikan seluruh layanan transportasi pelajar tetap berjalan sesuai jadwal.
Baca Juga: Angka Kecelakaan Pelajar di Tulungagung Masih Tinggi, Dishub Dorong Pemanfaatan Bus Sekolah
"Operasional wajib antar jemput tetap berjalan. Kaitan anggaran nanti ada penambahan melalui PAK," jelas Oki.
Saat ini Dishub Tulungagung mengoperasikan sembilan unit bus sekolah yang melayani siswa dari rumah menuju sekolah maupun sebaliknya.
Program tersebut menjadi solusi transportasi bagi pelajar sekaligus membantu mengurangi ketergantungan penggunaan kendaraan pribadi.
Menurut Oki, seluruh armada bus sekolah tetap beroperasi sesuai rute dan jadwal yang telah ditentukan.
Penyesuaian hanya dilakukan untuk kegiatan tertentu, seperti layanan outing class yang difokuskan di wilayah perkotaan Tulungagung.
Selain armada bus sekolah, Dishub Tulungagung juga mengelola 33 unit mobil penumpang umum (MPU) yang digunakan untuk mendukung layanan angkutan gratis bagi pelajar.
Keberadaan bus sekolah dan MPU gratis tersebut dinilai penting dalam menunjang mobilitas siswa sekaligus meningkatkan keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar.
Dengan rencana penambahan anggaran melalui perubahan anggaran keuangan (PAK), dishub berharap pelayanan transportasi pelajar tetap optimal meskipun biaya operasional mengalami kenaikan akibat penyesuaian harga BBM nonsubsidi.(sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri