RADAR TULUNGAGUNG – Pecinta musik rock, punk, dan metal di Tulungagung mendapat suguhan spesial. Sebanyak 21 band lokal maupun nasional dipastikan tampil dalam festival Tulungagung Distorsi 2026 yang digelar di GOR Lembu Peteng, Sabtu (27/6).
Sejumlah nama yang sudah tak asing di kalangan penikmat musik cadas, seperti Power Metal, Marjinal, hingga Red Spider, masuk dalam daftar penampil. Kehadiran mereka diharapkan menjadi magnet bagi ribuan penonton yang akan memadati arena konser.
Penggagas Tulungagung Distorsi, Andi Mahifal, mengatakan festival tersebut lahir dari keresahan para pecinta musik rock dan metal yang selama ini belum memiliki wadah untuk berekspresi di Tulungagung. Dari obrolan ringan antarkomunitas, ide itu kemudian berkembang menjadi sebuah festival yang ingin digelar secara berkelanjutan.
"Selama ini belum ada event yang benar-benar fokus mewadahi musik rock dan metal di Tulungagung. Kami ingin menghadirkan ruang agar genre ini kembali bergairah," ujarnya, Jumat (26/6).
Menurut Andi, Tulungagung Distorsi tidak hanya digelar sekali. Festival itu diproyeksikan menjadi agenda tahunan dengan melibatkan berbagai komunitas musik, sehingga mampu memperkuat ekosistem rock dan metal di daerah.
"Harapannya Tulungagung bisa menjadi salah satu barometer perkembangan musik rock dan metal di Jawa Timur," katanya.
Total terdapat 21 band yang akan mengisi panggung Tulungagung Distorsi. Selain band-band lokal, penonton juga akan disuguhi penampilan Marjinal, Red Spider, dan Power Metal yang menjadi deretan penampil utama.
Sementara itu, gitaris Power Metal, Ipung, memastikan grupnya memberikan penampilan terbaik di hadapan penonton Tulungagung. Band legendaris tersebut telah membawakan sekitar 10 lagu andalan sepanjang konser.
"Vokalis yang tampil Arul dan Bais. Keduanya juga berkolaborasi membawakan lagu-lagu Power Metal," ungkap Ipung.
Ia berharap Tulungagung Distorsi mampu menjadi titik awal bangkitnya kembali musik rock dan metal di daerah. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menjaga semangat para musisi sekaligus mempererat persaudaraan antarkomunitas.
"Semoga kami bisa mendukung suksesnya Tulungagung Distorsi. Mari bersatu lewat musik rock, terus berkarya, jangan pernah berhenti belajar, dan terbuka terhadap kritik untuk menjadi lebih baik," pungkasnya.
Editor : Sandy Sri Yuwana