Diduga Mabuk Berat, Pengendara Motor Tewas di Anak Sungai Lodagung

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 16:33 WIB
Korban Ditemukan Tengkurap di Samping Motor yang Tercebur ke Sungai (POLSEK REJOTANGAN UNTUK RADAR TULUNGAGUNG)
Korban Ditemukan Tengkurap di Samping Motor yang Tercebur ke Sungai (POLSEK REJOTANGAN)

Radar Tulungagung - Suasana tenang di bantaran anak Sungai Lodagung, Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, mendadak berubah duka, Minggu (19/7) pagi. Seorang warga yang hendak membersihkan bantaran sungai dikejutkan dengan pemandangan sebuah sepeda motor yang sudah tercebur ke aliran sungai. Tak jauh dari kendaraan itu, seorang pria ditemukan dalam posisi tengkurap dan sudah tidak bernyawa.

Korban diketahui bernama Agus Dwi Cahyono, 34, warga Dusun Dungmanten, Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB dan dilaporkan kepada Polsek Rejotangan sekitar pukul 06.00 WIB.

Kapolsek Rejotangan AKP Kasianto mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Yusuf, 52. Saat itu saksi keluar rumah dengan tujuan membersihkan bantaran anak Sungai Lodagung yang berada di dekat tempat tinggalnya.

Ketika melintasi jembatan di depan rumahnya, saksi melihat sebuah sepeda motor berada di dasar sungai. Setelah memperhatikan lebih dekat, saksi juga melihat seorang pria dalam posisi tengkurap di samping kendaraan tersebut.

"Saksi kemudian menghubungi Ketua RW setempat untuk meminta bantuan. Selanjutnya kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Rejotangan agar segera dilakukan penanganan," ujar Kasianto.

Menerima laporan tersebut, petugas Polsek Rejotangan bersama Unit Reskrim langsung menuju lokasi. Polisi juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk melakukan identifikasi serta pemeriksaan terhadap korban.

Di lokasi kejadian, petugas mengevakuasi korban sekaligus mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam merah tahun 2026 tanpa pelat nomor yang ditemukan tercebur di anak Sungai Lodagung.

Polisi kemudian meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk Ketua RT setempat. Dari hasil pemeriksaan, korban diketahui memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman keras.

"Hasil visum dari tim medis RSUD dr. Iskak tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Kasianto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan keterangan yang diperoleh di lapangan, korban diduga mengonsumsi minuman keras sebelum mengendarai sepeda motor. Dalam kondisi mabuk berat, korban diduga kehilangan kendali hingga terjatuh bersama sepeda motornya ke anak Sungai Lodagung.

"Kesimpulan sementara, korban diduga mengonsumsi minuman keras sehingga dalam keadaan mabuk berat. Saat mengendarai sepeda motor, korban diduga terjatuh ke sungai dan meninggal dunia akibat tenggelam," jelasnya.

Polisi memastikan tidak menemukan indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut. Setelah proses olah tempat kejadian perkara, identifikasi, dan visum selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kasianto mengimbau masyarakat agar tidak mengemudikan kendaraan setelah mengonsumsi minuman keras karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Menurutnya, kondisi tubuh yang tidak prima sangat berisiko memicu kecelakaan, terlebih saat melintasi jalan yang berdekatan dengan sungai maupun saluran irigasi.

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
kematian penemuan mayat duka radar tulungagung