Belum Akhir Tahun, Kasus Kebakaran di Tulungagung Tembus 68 Kejadian, Damkarmat Ingatkan Warga Lebih Waspada

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:34 WIB
Hingga pertengahan 2026, dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (damkarmat) mencatat 68 kejadian kebakaran. (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Hingga pertengahan 2026, dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (damkarmat) mencatat 68 kejadian kebakaran. (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

 

RADAR TULUNGAGUNG - Ancaman kebakaran di Kabupaten Tulungagung menunjukkan tren peningkatan.

Hingga tahun berjalan 2026, dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (damkarmat) mencatat 68 kejadian kebakaran.

Angka tersebut telah melebihi total kejadian sepanjang 2025 yang tercatat 64 kasus dalam satu tahun. 

Kejadian tersebut menjadi perhatian petugas. Sebab, meski 2026 belum berakhir, jumlah kebakaran yang sudah tertangani telah melewati catatan tahun sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan potensi kebakaran masih menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai masyarakat. 

Baca Juga: Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Kandang Sapi di Kesambi

Kepala Damkarmat Tulungagung Lugu Tri Handoko mengatakan, peningkatan angka kejadian kebakaran menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat upaya pencegahan maupun kesiapsiagaan petugas.

"Sepanjang 2026 ini kami mencatat sudah ada 68 kejadian kebakaran. Jumlah tersebut bahkan melebihi total kejadian kebakaran selama 2025 yang tercatat 64 kejadian dalam satu tahun," ujarnya. 

Dari berbagai kejadian yang ditangani, penyebab kebakaran cukup beragam.

Mulai dari gangguan instalasi listrik, aktivitas pembakaran yang tidak terpantau, hingga faktor kelalaian masyarakat dalam menggunakan sumber api. 

Menurutnya, sebagian besar kebakaran sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat lebih memperhatikan faktor keamanan di lingkungan masing-masing.

Baca Juga: Kerugian Kebakaran Rumah Capai Rp 100 Juta, Sebagian Besar Isi Rumah di Kedungwaru Tulungagung Hangus Terbakar

Terutama memastikan kondisi peralatan listrik dan sumber api sebelum ditinggalkan.

"Peningkatan ini menjadi perhatian, karena meskipun tahun berjalan belum selesai, jumlah kejadian sudah lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Kami terus melakukan evaluasi terhadap pola kejadian dan penyebab kebakaran yang terjadi," jelasnya. 

Selain melakukan pemadaman saat terjadi kebakaran, petugas juga terus mengoptimalkan upaya edukasi kepada masyarakat.

Sosialisasi mengenai pencegahan kebakaran dilakukan agar risiko kejadian dapat ditekan sejak awal.

"Dari laporan yang masuk, penyebab kebakaran cukup beragam, mulai dari faktor kelistrikan, aktivitas pembakaran, hingga kelalaian dalam penggunaan sumber api," katanya. 

Baca Juga: Kandang Sapi Terbakar Saat Warga Terlelap, Api Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah

Petugas damkarmat mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh hal-hal kecil yang berpotensi memicu kebakaran.

Seperti meninggalkan kompor menyala, membakar sampah tanpa pengawasan, maupun menggunakan instalasi listrik yang sudah tidak layak.

"Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama memastikan instalasi listrik aman dan tidak meninggalkan sumber api dalam kondisi masih menyala," pungkasnya. 

Dengan meningkatnya jumlah kejadian tersebut, Damkarmat Tulungagung meminta masyarakat ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan.

Sebab, penanganan kebakaran tidak hanya bergantung pada kecepatan petugas, tetapi juga kesadaran warga dalam menghindari potensi munculnya api. (bac/c1/rka) 

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
damkarmat kebakaran api