RADAR TULUNGAGUNG – Tawaran investasi bernilai besar datang ke Tulungagung. Perusahaan otomotif asal Vietnam, VinFast, membidik pembangunan 200 titik stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di berbagai lokasi milik pemerintah daerah.
Jika seluruh rencana terealisasi, nilai investasi yang masuk diperkirakan mencapai sekitar Rp 200 miliar.
Meski menawarkan nilai investasi yang fantastis, Pemkab Tulungagung belum terburu-buru memberikan persetujuan.
Hingga saat ini, pembahasan masih sebatas tahap sosialisasi dan inventarisasi lokasi, sementara berbagai aspek teknis maupun dampaknya masih dikaji.
Pj Sekda Tulungagung Tri Hariadi mengatakan, perwakilan VinFast memang telah menemui pemerintah daerah untuk memaparkan rencana investasi tersebut. Namun, belum ada kesepakatan ataupun perjanjian kerja sama yang ditandatangani.
Baca Juga: Mash Moshem Gandeng Pemkab Tulungagung Wujudkan Tulungagung Go Global Melalui Industri Kosmetik
“Kemarin mereka masih sosialisasi. Jadi belum ada perjanjian,” ujarnya.
Menurut Tri, perusahaan telah melakukan inventarisasi sejumlah aset pemerintah daerah yang dinilai berpotensi menjadi lokasi pembangunan SPKLU.
Total lokasi yang diusulkan mencapai sekitar 200 titik yang tersebar di wilayah Tulungagung.
Jika terealisasi, keberadaan SPKLU dinilai dapat mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM).
Di tengah fluktuasi harga energi global, kendaraan listrik dianggap menjadi salah satu alternatif transportasi yang lebih efisien.
“Sebenarnya ini juga sangat membantu pemerintah untuk penghematan penggunaan bahan bakar minyak. Apalagi melihat kondisi global, harga bahan bakar minyak semakin mahal,” terangnya.
Baca Juga: BRI Gelar Sosialisasi Perencanaan Keuangan dan Investasi Sejak Dini di Besuki Tulungagung
Tak hanya mendukung transisi energi, investasi tersebut juga berpotensi menambah pendapatan asli daerah (PAD).
Sebab, pembangunan SPKLU direncanakan memanfaatkan aset milik pemerintah daerah melalui mekanisme sewa lahan.
Tri menjelaskan, nilai investasi untuk satu unit SPKLU diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 miliar. Dengan target pembangunan 200 titik, total investasi yang berpotensi masuk ke Tulungagung mencapai sekitar Rp 200 miliar.
“Itu juga bisa mendatangkan PAD, karena nanti ada sewa tempat untuk stasiun pengisian. Tapi kami masih kaji,” jelasnya.
Rencananya, VinFast menawarkan dua jenis fasilitas pengisian daya yakni untuk kendaraan listrik roda empat dan roda dua.
Kebutuhan lahannya pun berbeda. SPKLU mobil listrik memerlukan area sekitar 2,5x5 meter, sedangkan fasilitas pengisian motor listrik cukup memanfaatkan lahan sekitar 1x1 meter.
Meski prospeknya dinilai menjanjikan, Pemkab Tulungagung memilih bersikap hati-hati. Kajian masih dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai pemanfaatan aset daerah, potensi penerimaan PAD, hingga dampak positif maupun risiko yang mungkin muncul apabila kerja sama direalisasikan.
“Kepastiannya nunggu ya. Yang penting kami kaji dulu bagaimana plus-minusnya,” pungkas Tri. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri