RADAR TULUNGAGUNG - Laporan keberadaan sarang tawon di permukiman warga masih mendominasi layanan nonkebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung.
Hingga saat ini, petugas telah menangani 570 evakuasi sarang tawon di berbagai wilayah hingga pertengahan 2026.
Kasi Operasional dan Pemadaman DPKP Tulungagung Bambang Pidekso mengatakan, tingginya jumlah laporan menunjukkan keberadaan sarang tawon masih menjadi salah satu gangguan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat.
Sarang tawon kerap ditemukan di sekitar rumah warga, pepohonan, bangunan sekolah, tempat ibadah, hingga fasilitas umum yang berpotensi membahayakan keselamatan.
"Selain penanganan kebakaran, laporan evakuasi sarang tawon menjadi salah satu layanan yang paling sering kami tangani. Hingga saat ini tercatat ada sekitar 570 kejadian evakuasi sarang tawon," ujarnya.
Menurut Bambang, meningkatnya laporan tersebut tidak terlepas dari banyaknya sarang tawon yang berada di lingkungan padat penduduk.
Kondisi itu membuat warga memilih meminta bantuan petugas dibanding mengambil risiko melakukan evakuasi secara mandiri.
"Jumlah tersebut menunjukkan bahwa keberadaan tawon masih menjadi gangguan yang cukup banyak dilaporkan masyarakat, terutama ketika sarang berada di sekitar rumah maupun fasilitas umum," katanya.
Dia mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menurunkan atau merusak sarang tawon tanpa peralatan dan kemampuan yang memadai.
Sebab, tindakan tersebut dapat memicu serangan kawanan tawon yang membahayakan keselamatan, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Baca Juga: Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Kandang Sapi di Kesambi
"Kami meminta warga tidak melakukan penanganan sendiri apabila menemukan sarang tawon berukuran besar atau berada di lokasi yang berisiko, karena dapat membahayakan keselamatan," tegas Bambang.
Setiap laporan yang diterima, lanjut Bambang, akan segera ditindaklanjuti oleh petugas dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) dan peralatan khusus sesuai prosedur operasional.
Langkah tersebut dilakukan agar proses evakuasi dapat berlangsung aman tanpa menimbulkan risiko bagi warga maupun petugas.
"Petugas tetap melakukan evakuasi dengan peralatan khusus agar proses pengambilan sarang dapat dilakukan dengan aman tanpa membahayakan warga sekitar," pungkasnya.
DPKP Tulungagung mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan sarang tawon yang berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Dengan penanganan yang dilakukan petugas, risiko sengatan tawon dapat diminimalkan sehingga tidak menimbulkan korban. (bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri