RADAR TULUNGAGUNG - Banyak warga sudah mengetahui bahwa kereta langsung Tulungagung-Surabaya hanya dilayani satu pilihan, yakni Commuter Line Dhoho.
Namun, tidak semua penumpang mengetahui alasan di balik kondisi tersebut. Mengapa tidak ada kereta api jarak jauh yang melayani relasi Tulungagung langsung menuju Surabaya?
Pertanyaan itu cukup menarik karena Stasiun Tulungagung sebenarnya dilewati sejumlah kereta api jarak jauh dengan tujuan berbagai kota besar.
Ada kereta menuju Jakarta, Bandung, Purwokerto, hingga Malang. Namun, untuk perjalanan langsung ke Surabaya, pilihannya tetap Commuter Line Dhoho.
Kereta langsung Tulungagung-Surabaya tersebut melayani perjalanan melalui jalur Kediri, Kertosono, dan Jombang sebelum menuju Surabaya. Rute ini berbeda dengan sejumlah kereta api dari arah Malang atau Blitar yang menuju Surabaya melalui jalur timur.
Bukan Sekadar Soal Jumlah Kereta
Alasan utama tidak banyaknya pilihan kereta langsung Tulungagung-Surabaya berkaitan dengan pola jaringan rel dan karakter layanan kereta api. Commuter Line Dhoho memang dirancang sebagai angkutan lokal ekonomi yang menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Layanan tersebut memiliki pola perjalanan lingkar atau loop line. Artinya, Commuter Line Dhoho tidak hanya melayani perjalanan Tulungagung-Surabaya, tetapi menghubungkan sejumlah daerah dalam satu jaringan perjalanan yang lebih panjang.
Dari kawasan Tulungagung, kereta bergerak menuju Kediri dan Kertosono. Perjalanan kemudian berlanjut ke Jombang hingga Surabaya. Pola tersebut membuat Dhoho menjadi layanan yang sesuai untuk masyarakat yang membutuhkan transportasi antarkota di sepanjang jalur tersebut.
Karakter ini berbeda dengan kereta api jarak jauh. KA jarak jauh memiliki relasi dan pola operasi tersendiri sehingga tidak setiap kota yang dilewati otomatis mempunyai kereta langsung ke semua kota besar yang berada di wilayah lain.
Baca Juga: Warga Tolak Penutupan Perlintasan Kereta di Gilang Tulungagung, Minta KAI Kedepankan Urun Rembuk
Jalur Tulungagung dan Surabaya Punya Pola Berbeda
Faktor lain yang menjelaskan kondisi tersebut adalah jalur yang digunakan. Tulungagung berada pada lintasan yang terhubung ke arah Kediri dan Kertosono. Dari jalur tersebut, perjalanan menuju Surabaya dapat dilayani melalui jaringan rel di wilayah Jombang.
Sementara itu, kereta api jarak jauh yang bergerak dari kawasan Malang menuju Surabaya umumnya menggunakan jalur timur melalui Malang dan Bangil. Dengan pola lintasan tersebut, kereta dari Malang menuju Surabaya tidak otomatis melewati Tulungagung.
Hal itu juga menjelaskan mengapa keberadaan sejumlah KA jarak jauh di Stasiun Tulungagung tidak serta-merta menghadirkan perjalanan langsung menuju Surabaya.
Kereta yang melayani Tulungagung memiliki relasi masing-masing. KA Malabar, misalnya, melayani perjalanan Bandung-Malang pulang-pergi. Sementara KA Matarmaja memiliki relasi Pasar Senen-Malang pulang-pergi.
Ada pula KA Gajayana dan Brawijaya yang menghubungkan Gambir dengan Malang, serta beberapa kereta lain dengan tujuan Blitar maupun Malang. Relasi tersebut sudah ditentukan berdasarkan pola perjalanan masing-masing kereta.
Baca Juga: Rambak Tulungagung Jadi Oleh-Oleh Favorit, Deretan Toko Dekat Stasiun Selalu Ramai
Penugasan Kereta Menyesuaikan Kebutuhan
Ketersediaan kereta juga tidak lepas dari pola operasi KAI Commuter dan kebutuhan penumpang. Penugasan rangkaian disesuaikan dengan tingkat kepadatan perjalanan harian serta kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah yang dilayani.
Karena itu, Commuter Line Dhoho menjadi layanan yang memiliki peran penting untuk perjalanan Tulungagung-Surabaya. Selain menghubungkan dua kota tersebut, kereta ini melayani mobilitas masyarakat di sejumlah daerah yang berada di sepanjang jalur.
Bagi penumpang, kondisi ini justru memberikan pilihan perjalanan yang praktis. Tidak perlu menunggu kereta jarak jauh yang kebetulan memiliki tujuan Surabaya karena perjalanan langsung sudah dilayani melalui jaringan commuter line.
Baca Juga: Stasiun Tulungagung Malam Hari Ternyata Tak Sepi, Naik Kereta ke Malang Malah Bisa Rebahan
Cara Mengecek Jadwal Terbaru
Penumpang yang hendak bepergian dari Tulungagung ke Surabaya dapat mengecek jadwal Commuter Line Dhoho melalui aplikasi resmi Access by KAI.
Caranya, buka aplikasi kemudian pilih layanan Lokal. Setelah itu, masukkan Stasiun Tulungagung sebagai stasiun keberangkatan dan pilih tujuan Surabaya Gubeng atau Surabaya Kota sesuai pilihan yang tersedia.
Jadwal dan pola perjalanan kereta dapat mengalami perubahan mengikuti kebijakan operasional KAI. Karena itu, pengecekan melalui kanal resmi sebelum berangkat tetap penting.
Jadi, alasan kereta langsung Tulungagung-Surabaya hanya mengandalkan Commuter Line Dhoho bukan semata-mata karena tidak ada kereta lain. Pola jaringan rel, relasi KA jarak jauh, karakter layanan lokal, serta kebutuhan operasional menjadi bagian dari pertimbangannya.
Editor : Vidya Sajar FitriSumber : Diolah dari berbagai sumber