Radar Tulungagung - Musim kemarau tidak sepenuhnya menghentikan aktivitas pertanian di Kabupaten Tulungagung. Sejumlah lahan yang masih memiliki sumber air tetap dapat ditanami berkat dukungan irigasi perpompaan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung Suyanto mengatakan, keberadaan pompa membantu petani mendapatkan pasokan air untuk mempertahankan kegiatan budidaya tanaman. Bahkan, penggunaan irigasi perpompaan dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) pada sejumlah lahan.
“Dengan adanya irigasi perpompaan sangat membantu petani untuk penanaman padi. Dari IP 100 menjadi IP 200, bahkan dari IP 200 menjadi IP 300 dengan adanya irigasi perpompaan,” jelasnya.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa lahan pertanian masih dapat dimanfaatkan secara lebih optimal meski memasuki musim kemarau. Pompanisasi membuat lahan yang sebelumnya hanya mampu ditanami sekali dalam setahun berpeluang meningkatkan frekuensi tanam.
Bantuan pompa dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui kelompok tani menjadi salah satu pendukung pemanfaatan sumber air di sekitar lahan. Air tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanaman, terutama pada wilayah yang jaringan irigasinya tidak sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan saat kemarau.
Salah satu wilayah yang masih dapat mempertahankan tanaman padi berada di Kecamatan Bandung. Ketersediaan sumur pompa maupun jaringan irigasi membuat sebagian lahan tetap memiliki pasokan air.
Meski demikian, tidak seluruh lahan pertanian dapat dipertahankan untuk tanaman padi. Dinas Pertanian mencatat terdapat sekitar 11 hektare lahan yang terdampak kekeringan.
Karena itu, lahan yang tidak memiliki cukup air diarahkan untuk menyesuaikan komoditas. Petani dapat mengganti padi dengan tanaman yang kebutuhan airnya lebih sesuai dengan kondisi musim kemarau.
“Kalau musim kemarau, biasanya padi diganti jagung, hortikultura atau tembakau,” ujarnya.
Beberapa wilayah seperti Pakel, Ngebong, Suwaluh, Pelem hingga Wates masih memiliki peluang untuk mempertahankan produktivitas lahan melalui tanaman selain padi.
“Daerah Pakel, Ngebong, Suwaluh, Pelem sampai Wates sebenarnya masih bisa ditanami jagung, hortikultura ataupun tanaman lainnya,” katanya.
Sementara itu, tembakau menjadi salah satu pilihan yang cukup menarik bagi petani karena memiliki nilai ekonomi. Harga tembakau rajangan kering saat panen berada di kisaran Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.
Suyanto menilai strategi menghadapi kemarau tidak harus selalu dengan mempertahankan tanaman padi. Ketersediaan air menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan komoditas yang akan ditanam.
Dengan kombinasi pompanisasi dan penyesuaian pola tanam, lahan pertanian diharapkan tetap produktif meski menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung