RADAR TULUNGAGUNG – Lapangan Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, berubah menjadi pusat keramaian warga.
Expo Desa Ngentrong 2026 resmi dibuka Kamis (20/8) sore sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.
Selama tiga hari, 20–22 Agustus, masyarakat disuguhi stan UMKM, senam massal, permainan, doorprize, pentas seni, hingga hiburan musik.
Kepala Desa Ngentrong, Samuji mengatakan, expo menjadi puncak rangkaian kegiatan kemerdekaan yang sebelumnya diisi turnamen sepak bola antar-RW sejak 26 Juli hingga 12 Agustus.
Persiapannya melibatkan tujuh RW, lembaga pendidikan, RT/RW, pelaku UMKM, serta berbagai lembaga desa.
“Alhamdulillah, persiapannya berjalan lancar. Panitia dan seluruh unsur masyarakat kompak untuk menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
Pembukaan diawali upacara dengan Camat Campurdarat Tri Wantoro sebagai inspektur upacara.
Usai seremoni, suasana langsung berubah semarak.
Warga mengikuti senam massal dengan busana Jawa, dilanjutkan berbagai permainan, lomba kostum unik dan terjadul, serta pembagian ratusan doorprize.
Sekretaris Desa Ngentrong, Agus Joko Budi Santoso mengatakan, seluruh konsep kegiatan dimatangkan melalui musyawarah desa.
Pemdes juga memberikan subsidi Rp 2 juta untuk setiap RW dan Rp 500 ribu bagi lembaga pendidikan yang terlibat.
“Semua lapisan masyarakat kami libatkan supaya pelaksanaannya menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Agus menambahkan, sektor UMKM menjadi salah satu perhatian utama.
Mayoritas stan diisi pelaku usaha Desa Ngentrong, meski peserta dari luar desa juga diberi ruang.
Antusiasme peserta bahkan membuat panitia harus mengatur stan secara optimal karena keterbatasan area lapangan.
“Pembiayaan kegiatan bersumber dari PADes serta dukungan pengusaha batu alam dan marmer yang menjadi salah satu sektor ekonomi masyarakat setempat,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan berlanjut Jumat (21/8) dengan perlombaan dan pentas seni.
Puncaknya Sabtu (22/8) dengan penampilan sejumlah grup musik, di antaranya Barakuda, Rock, Blits, SKA, dan Segerwaras.
Pengunjung tidak dikenai tiket masuk. Pemdes hanya memberlakukan biaya parkir kendaraan.
Untuk pengamanan, linmas dilibatkan dengan dukungan koordinasi bersama kepolisian dan koramil.
Agus berharap expo dapat menjadi agenda yang terus berkembang setiap tahun.
“Harapannya tahun depan kegiatan bisa lebih meriah. Yang paling penting tahun ini semuanya berjalan lancar, aman, dan membawa manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Di sisi lain, Camat Campurdarat Tri Wantoro mengapresiasi keterlibatan masyarakat.
Menurutnya, expo semestinya tidak berhenti sebagai hiburan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi warga.
“Kami dari forkopimcam sangat mendukung. Mudah-mudahan kegiatan berjalan lancar, warga terhibur, dan UMKM yang ikut serta mendapatkan hasil sehingga perekonomian masyarakat terus meningkat,” katanya. (rin/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri