Bendung Pacar Ambrol, Suplai Irigasi Lima Desa Terancam Terganggu

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:28 WIB
 Ambrolnya Bendung Pacar berpotensi mengganggu suplai air untuk kebutuhan pertanian di sekitar lima desa. (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Ambrolnya Bendung Pacar berpotensi mengganggu suplai air untuk kebutuhan pertanian di sekitar lima desa. (RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

Radar Tulungagung - Ambrolnya Bendung Pacar berpotensi berdampak terhadap suplai air untuk kebutuhan pertanian di wilayah hilir. Jika hanya mengandalkan pasokan dari bendung tersebut, sekitar lima desa diperkirakan akan mengalami sedikit gangguan suplai air.

Tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Andri Setiawan mengatakan, Bendung Pacar selama ini menjadi salah satu sumber suplai air bagi sekitar sembilan desa. Kerusakan pada bendung membuat distribusi air ke wilayah hilir berpotensi mengalami penurunan.

“Kalau hanya mengandalkan suplai dari sini, kurang lebih lima desa akan sedikit terdampak,” ujarnya.

Menurutnya, dampak yang paling mungkin dirasakan adalah penurunan muka air, terutama untuk kebutuhan pertanian. Meski demikian, kondisi tersebut masih berupaya diminimalkan karena tanaman pada masa tanam ketiga (MT III) mayoritas merupakan palawija yang kebutuhan airnya tidak sebesar tanaman padi.

“Dampak yang jelas adalah penurunan muka air. Nantinya dampaknya akan dirasakan sektor pertanian,” jelasnya.

Sementara itu, kerusakan Bendung Pacar diketahui terjadi pada bagian lantai terjun. Sebelum ambrol, konstruksi bendung telah mengalami kerusakan dan penggerusan. Kondisi tersebut semakin parah hingga akhirnya bagian bendung mengalami kerusakan.

Andri menyebut, sebelum ambrol terdengar suara retakan dari bagian bendung sekitar pukul 13.30 WIB. Suara tersebut muncul berulang kali sebelum konstruksi akhirnya ambrol.

“Sekitar pukul 13.30 WIB terdengar suara retakan. Suaranya seperti retak berulang kali, kemudian setelah itu bendung ambrol,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi gangguan distribusi air, BBWS Brantas akan melakukan koordinasi dengan UPT Pengairan dan IP3A atau kelompok petani pemakai air. Pertemuan darurat akan dilakukan untuk membahas dampak kerusakan terhadap distribusi air di wilayah hilir.

Selain koordinasi, BBWS Brantas juga akan mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan dan investigasi kondisi bendung. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan teknis.

“Kami tidak ingin mengambil langkah darurat tanpa kajian karena justru bisa membahayakan. Jadi, penanganan akan dilakukan setelah ada kajian teknis dan secepatnya diupayakan,” pungkasnya.

Di sisi lain, petugas juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi bendung. Hal ini dilakukan setelah warga berdatangan untuk mencari ikan atau pladu di sekitar lokasi yang mengalami kerusakan.

BBWS memasang garis pembatas dan mengimbau warga tidak memasuki area bendung yang ambrol karena kondisi konstruksi masih berpotensi membahayakan.

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
bendung dam radar tulungagung ambrol dampak