Radar Tulungagung - Ambrolnya Bendung Pacar berpotensi memengaruhi distribusi air ke wilayah hilir. Jika hanya mengandalkan suplai dari bendung tersebut, sekitar lima desa diperkirakan akan mengalami sedikit gangguan pasokan air.
Tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Andri Setiawan mengatakan, Bendung Pacar selama ini menjadi salah satu sumber suplai air bagi sekitar sembilan desa. Kerusakan bendung dikhawatirkan membuat ketersediaan air di sejumlah wilayah mengalami penurunan.
“Kalau hanya mengandalkan suplai dari sini, kurang lebih lima desa akan sedikit terdampak,” ujarnya.
Menurut Andri, dampak yang paling mungkin dirasakan adalah penurunan muka air, terutama pada sektor pertanian. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kebutuhan pengairan lahan di wilayah hilir.
“Dampak yang jelas adalah penurunan muka air. Nantinya dampaknya akan dirasakan sektor pertanian,” jelasnya.
Meski demikian, dampak tersebut masih dinilai dapat diminimalkan. Sebab, tanaman yang berada pada masa tanam ketiga (MT III) mayoritas berupa palawija sehingga kebutuhan airnya relatif berbeda dibandingkan tanaman padi.
Bendung Pacar sendiri mengalami kerusakan cukup parah pada bagian lantai terjun. Bagian tersebut telah mengalami penggerusan sebelum akhirnya konstruksi bendung ambrol.
Sebelum ambrol, terdengar suara retakan sekitar pukul 13.30 WIB. Suara tersebut muncul berulang kali sebelum bagian konstruksi akhirnya mengalami kerusakan.
Andri menyebut kondisi bendung sebenarnya sudah mengalami kerusakan sejak lama. Namun, kerusakan tersebut semakin terlihat hingga terjadi penurunan pada sejumlah bagian konstruksi.
Untuk menentukan langkah penanganan, BBWS Brantas tidak ingin mengambil tindakan secara terburu-buru. Tim teknis akan melakukan pengecekan dan investigasi terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi konstruksi secara menyeluruh.
“Kami tidak ingin mengambil langkah darurat tanpa kajian karena justru bisa membahayakan. Jadi, penanganan akan dilakukan setelah ada kajian teknis dan secepatnya diupayakan,” pungkasnya.
Selain investigasi teknis, BBWS Brantas akan berkoordinasi dengan UPT Pengairan dan IP3A atau kelompok petani pemakai air. Pertemuan darurat disiapkan untuk membahas dampak ambrolnya bendung terhadap distribusi air ke wilayah hilir.
Di sisi lain, BBWS juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Warga sempat berbondong-bondong datang untuk pladu atau mencari ikan setelah bendung ambrol. Petugas memasang garis pembatas dan meminta warga tidak memasuki area konstruksi yang mengalami kerusakan.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung