Dam Pacar Tulungagung Ambrol, Pengairan Sawah Perlu Penanganan Segera

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 09:52 WIB
Warga sekitar Dam Pacar melihat kondisi struktur bangunan yang ambrol beberapa waktu lalu. Kalangan dewan ingatkan permasalahan yang mengintai sawah di 5 desa.(RAHIIQ AL BACHRI/RATU)
Warga sekitar Dam Pacar melihat kondisi struktur bangunan yang ambrol beberapa waktu lalu. Kalangan dewan ingatkan permasalahan yang mengintai sawah di 5 desa.(RAHIIQ AL BACHRI/RATU)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Ambrolnya Dam Pacar menyita perhatian DPRD Tulungagung. Komisi D meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas tidak hanya menunggu hasil kajian teknis, tetapi juga segera menyiapkan solusi alternatif agar pengairan sawah warga tidak terganggu.

Anggota Komisi D DPRD Tulungagung Asrori mengatakan, keberadaan Dam Pacar sangat penting bagi sektor pertanian di Tulungagung. Terlebih masih ada sejumlah lahan yang masih membutuhkan pasokan air.

“Karena ini menyangkut pengairan sawah dan target ketahanan pangan harus terpenuhi, maka harus segera diperbaiki atau dibuatkan alternatif pengairannya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (27/8).

Menurut Asrori, jika perbaikan konstruksi bendung membutuhkan waktu lama, BBWS Brantas harus segera mencari solusi sementara.

Jangan sampai warga sekitar dan para petani harus menunggu tanpa kepastian, sementara tanaman padi masih membutuhkan air. 

Baca Juga: Kerusakan Struktur Bangunan Picu Dam Pacar Ambrol, Pengairan Lima Desa Berpotensi Terdampak

“Kalau penanganannya berat dan tidak bisa segera dilakukan, harus ada alternatif untuk pengairan sawahnya,” tegasnya.

Politikus Partai Golkar ini menyebut sebagian lahan mungkin masih bisa disiasati dengan sumber air alternatif, seperti sumur dan pompanisasi.

Namun, kondisi berbeda dialami tanaman padi yang masih membutuhkan pasokan air secara cukup. 

“Kalau tanaman tertentu mungkin masih bisa disiasati. Tapi kalau padi, kebutuhan airnya harus benar-benar diperhatikan,” katanya.

Karena itu, komisi D akan segera berkoordinasi dengan BBWS Brantas terkait ambrolnya Dam Pacar.

Persoalan tersebut akan didorong agar mendapat penanganan dan kepastian langkah, terutama untuk mengantisipasi terganggunya pengairan di wilayah terdampak. 

Baca Juga: Dam Pacar Ambrol, Dampak Pengairan Belum Signifikan karena Mayoritas Sawah Tanam Palawija

“Dalam waktu dekat, kami akan bertemu dengan BBWS. Akan kami sampaikan, termasuk terkait dam tersebut dan termasuk jalan di sekitar Waduk Wonorejo,” pungkasnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Dam Pacar di Kecamatan Sumbergempol ambrol pada Selasa (25/8) setelah sebelumnya mengalami kerusakan dan penggerusan pada bagian lantai terjun.

Sebelum konstruksi jebol, warga sempat mendengar suara retakan berulang dari bagian bendung. Kondisi tersebut kemudian membuat aliran air dan sistem pengairan di wilayah hilir berpotensi terganggu, terutama untuk lahan pertanian yang masih membutuhkan pasokan air.

Tim BBWS Brantas Andri Setiawan yang mengecek kondisi Bendung Pacar menyebut kerusakan cukup parah terjadi pada bagian lantai terjun. Bagian tersebut diketahui telah mengalami penggerusan sebelum akhirnya bendung ambrol.

BBWS belum menentukan langkah penanganan karena masih menunggu hasil kajian teknis dan investigasi untuk memastikan solusi yang tepat. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
pengairan sawah komisi d dprd tulungagung dam pacar bbws brantas