Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Angka Kemiskinan Masih Mengkhawatirkan, Pemkab Tulungagung Pastikan Bansos Cair Maret-April

Aditya Yuda Setya Putra • Senin, 10 Maret 2025 | 18:37 WIB
ilustrasi bansos
ilustrasi bansos

Angka kemiskinan esktrim di Tulungagung masih jadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemkab. Itu sebabnya Dinsos Tulungagung berupaya mengajukan perbup khusus untuk menekan angka kemiskinan.


kabid Perlidnungan dan Jaminan Sosial Dinsos Tulungagung, Teguh Abianto mengungkapkan, angka kemiskinan esktrim di Tulungagung pada 2024 sejumlah nol persen.


Tapi, kenyataan di lapangan justru berbeda dari data di atas kertas. Hal ini mengindikasikan bahwa pemkab masih harus memelototi angka kemiskinan.


“Tapi, kenyataannya di lapangan masih ada. Kita juga punya data, sekitar 818 (jiwa, Red),” sebutnya.


Angka kemiskinan ekstrim pada 2023 lalu jauh lebih tinggi. Yakni, mencapai sekitar 1.900 jiwa. Teguh menyebut, penurunan terjadi akibat adanya warga yang meninggal selama masa pendataan.


Di tahun ini, dinsos mentarget pendataan dan penanganan pada 1.040 warga miskin esktrim.


Di sisi lain, angka kemiskinan makro juga masih jadi PR serius yang harus segera ditangani. Teguh mengungkapkan, pendataan yang dilakukan oleh berbagai pihak terkait tidak selalu seusai dengan kondisi di lapangan.


Itu menyebabkan ada sejumlah warga miskin yang tidak tertangani atau tidak tersentuh program pemerintah. Itu sebabnya, perlu dilakukan penyamaan data agar hal ini bisa segra teratasi.


“Soalnya kadang data yang dari desa itu tidak sedetil itu. Kita liha dalam pengajuan yankes, ternyata dari desa juga ndak didata, sehingga lolos,” ujar Teguh.


Disinggung soal penanganan, Teguh menerangkan bahwa saat ini pemkab sedang beruapa untuk menggelar sejumlah program. Tapi, ada kendala berupa keterbatasan anggaran.


“Karena ini terkait dengan anggaran. Lansia kita mendata sekitar 200 orang,” jelasnya.


Dibutuhkan anggaran tak sedikit untuk menggelar program bantuan bagi masyarakat miskin dan lansia di Tulungagung.


Dengan asumsi satu jiwa mendapat Rp 200 ribu, maka dibutuhkan total anggaran sekitar Rp 6 miliar (M) untuk penyaluran bantuan ke 200 jiwa selama lima bulan.


“(Peyalurannya, Red) kita tunggu perbup. Kita juga masih mengajukan perbut. Semua kegiatan harus ada perbup dulu. Turun mungkin Maret-April,” akunya.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#kemiskinan tulungagung #tulungagung #Pemkab Tulungagung #bansos tulungagung #dinsos tulungagung