NGANTRU, Radar Tulungagung - Suasana penuh semangat menyelimuti Desa Batokan, Kecamatan Ngantru, saat Bupati Tulungagung hadir langsung dalam kegiatan “Sambang Deso, Membangun Deso” pada Selasa (23/4).
Kunjungan ini menjadi sejarah baru bagi warga, karena untuk pertama kalinya pemimpin daerah turun langsung menyapa masyarakat desa.
Bupati Tulungagung dalam kunjungannya ke Desa Batokan bertempat di Aula Kantor Desa.
Acara tersebut juga dihadiri dari Forkopimcam Kecamatan Ngantru, kepala desa se-Kecamatan Ngantru, kepala DPMD, beserta OPD terkait lainnya.
Sebagai bentuk penyambutan, Desa Batokan juga menampilkan kesenian khas Reog Kendang yang turut menghidupkan suasana dan menjadi jembatan budaya antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam kunjungannya, Bupati menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahap II untuk bulan April, Mei, dan Juni 2025.
Bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Tak hanya itu, peresmian Jalan usaha Tani di Dusun Lemah Duwur juga menjadi sorotan. Jalan usaha tani yang dibangun dari dana desa ini dinilai vital dalam menunjang produktivitas sektor pertanian.
“Pembangunan ini menjadi simbol kemajuan desa kami,” ujar Kuswanto, Kepala Desa Batokan.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kekompakan masyarakat Desa Batokan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat realisasi berbagai program strategis, termasuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu langkah konkret adalah penyediaan lahan seluas lebih dari tujuh hektare untuk pembangunan sekolah UJI (tingkat SMP dan SMA/SMK), yang didukung anggaran pusat
Bupati juga menyoroti pentingnya pendirian koperasi nasional di tiap desa sebagai instrumen kemandirian ekonomi masyarakat. Ia meminta kepala desa untuk menunjuk individu yang profesional dan memahami regulasi agar pengelolaan koperasi berjalan transparan dan akuntabel.
Terkait kondisi infrastruktur, Bupati menyampaikan keprihatinan atas kerusakan jalan sepanjang 15–18 kilometer yang berdampak langsung pada aktivitas warga. Pemerintah daerah bersama pihak terkait akan berupaya maksimal agar perbaikan dapat dilakukan dalam waktu 1 hingga 5 tahun mendatang.
“Mari kita wujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Dengan kerja sama dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, saya yakin desa-desa kita akan tumbuh menjadi pusat pertumbuhan," ungkapnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya koperasi desa sebagai penggerak ekonomi rakyat, Bupati juga mengangkat isu kerusakan jalan sepanjang 15 sampai 18 kilometer, yang saat ini masih menjadi keluhan masyarakat.
Pemerintah, kata beliau, akan fokus mencari solusi demi peningkatan konektivitas dan kenyamanan warga.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga menyatukan semangat, budaya, dan harapan bersama.
Sinergi antara pemerintah desa dan daerah diharapkan terus terjaga demi mewujudkan desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.
Kepala Desa Batokan menyampaikan harapannya agar sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah terus terjalin dengan kuat.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemkab Tulungagung terhadap pembangunan infrastruktur desa.
“Kami berharap ke depan, fasilitas-fasilitas desa yang masih kurang, terutama jalan, dapat terus diperbaiki demi kenyamanan dan kesejahteraan warga,” tutup Kuswanto.
Editor : Sandy Sri Yuwana