Radar Tulungagung – Jelang Hari Raya Idul Adha, ketersediaan ternak di jadi perhatian Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Tulungagung. Data yang dihimpun, jumlah populasi di triwulan pertama tahun ini menunjukkan angka surplus.
Kabid Kesehatan Hewan Disnakeswan Tulungagung, Tutus Sumariyani mengatakan, populasi ternak sapi dan kambing di tiga bulan pertama tahun ini terbilang melimpah.
“Untuk kambing data kami ada di 173 ribu ekor. Kemudian untuk sapi 126 ribu ekor. Dari data Insya Allah cukup,” ucapnya.
Itu artinya, jumlah total populasi ternak sapi dan kambing di Tulungagung dalam tiga bulan terakhir mencapai sekitar 299 ribu ekor.
Data pemotongan ternak tahun sebelumnya dijadikan acuan untuk proyeksi kebutuhan tahun ini. Menurut tutus, jumlah kebutuhan ternak kurban di tahun lalu jauh lebih sedikit dibanding jumlah populasi tahun ini.
Itu sebabnya dia optimis jumlah ternak di tahun ini bakal mencukupi kebutuhan Idul Adha mendatang.
“Kalau data pemotongan tahun lalu itu sapi potong yang tercatat di kami (sekitar) 3.200 (ekor) pas Idul Adha. Itu di RPH dan masjid-masjid yang tercatat,” akunya.
Sedangkan, jumlah kebutuhan ternak kambing di Idul Adha di tahun lalu mencapai sekitar 18 ribu ekor. Itu artinya, jumlah populasi di tahun ini jauh melebihi kebutuhan.
“Kerbau ndak ada. Populasi kerbau juga di Tulungagung hanya sedikit. Paling kurang lebih 200-an atau 300-an (ekor),” ujarnya.
Tutus menambahkan, dibandingkan antara jumlah populasi dengan estimasi kebutuhan kurban, persediaan hewan kurban dinilai memadai.
“Karena estimasi kalau misalnya kambing 173 ribu itu yang layak dijadikan kurban kan kurang lebih sekitar 15 persen (dari total populasi), sekitar 30-an (ribu). Sapi kurang lebih 10 persen,” katanya, merujuk pada sapi yang siap kurban.
Mengingat tingginya surplus ternak, perempuan berjilbab ini mengungkapkan bahwa stok yang ada akan dijual ke luar wilayah Tulungagung.
“Di sini banyak mengirim (ternak) keluar. Pedagang luar belanjanya ke sini,” ujarnya.
Editor : Aditya Yuda Setya Putra