TULUNGAGUNG - Kisah tragis kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini dialami oleh perempuan asal Tulungagung inisial NS, usia 27 tahun.
Sebelumnya, NS ditawari oleh kekasihnya inisial YD, 30, asal Mojokerto, Jawa Timur untuk bekerja di perusahaan laundry di Thailand.
Hubungan asmara yang sudah berjalan selama 8 tahun ini membuat NS percaya terhadap YD untuk mencoba peluang tersebut.
Baca Juga: Praktek Judi Togel di Kecamatan Pakel Tulungagung Berhasil Terungkap
Terlebih, YD menjanjikan untuk menikahi NS dan akan menjalani bisnis laundry bersama setelah menikah.
Sebenarnya, pihak keluarga sempat menaruh curiga dengan keberangkatan NS yang tidak menggunakan jalur kerja resmi.
Namun, YD, kekasih NS, meyakinkan keluarga NS bahwasannya perjalanan kerja itu aman dan tanpa perantara agen.
Baca Juga: Satu Warga Trenggalek Diduga jadi Korban TPPO, Ini Penjelasan Disperinaker
“Dia (YD) bilang sudah sering mendatangkan orang Indonesia dan tidak ada masalah,” jelas NS pada Jumat, 31 Mei 2025.
Alhasil, NS mendapat restu dari keluarga dan berangkat pada Minggu, 29 Desember 2024.
Pada saat perjalanan, NS transit terlebih dahulu di Jakarta selama dua hari, sebelum melanjutkan penerbangannya ke Thailand pada Rabu pagi, 1 Januari 2025.
Setelah tiba di Thailand, NS dijemput oleh orang suruhan YD dan dibawa ke lokasi lain dengan perjalanan darat selama 4 jam.
Setelah perjalanan berlalu, ternyata lokasi yang dituju NS bukan di tempat usaha laundri.
Dimana NS justru berada di wilayah Kamboja dan dipaksa bekerja sebagai operator judi online.
"Sudah berkali-kali saya mencari cara agar bisa keluar dari sini. Karena setiap hari saya merasa ketakutan di sini," beber NS sembari menangis mengingat kejadian tersebut.
Baca Juga: Akibat Ketagihan Judi Online, Kasus KDRT di Kabupaten Blitar Meningkat
Rasa kekecewaannya terhadap kekasihnya pun tidak dapat terbendung dengan apa yang dialami NS saat ini.
Mendapati hal itu, NS mencoba untuk melarikan diri dari jeratan judi online di Kamboja.
Namun, usaha NS untuk melarikan diri tidaklah mudah. Beragam cara dilakukan NS agar dapat kembali ke Tulungagung.
Baca Juga: Masuk Tahap Dua, Segini Masa Penahanan Selebgram Tulungagung yang Promosikan Judi Online
ND juga berupaya menggunakan media sosial dan menghubungi teman-temannta untuk meminta bantuan.
Langkah yang dilakukan NS tersebut justru diketahui petugas keamanan judi online.
Beragam siksaan dari petugas keamanan judi online pun didapat NS dari upayanya untuk kabur dari Kamboja dan kembali ke Tulungagung.
Baca Juga: Marak Judi Online, Psikolog: Judol Terindikasi Penyakit Mental
Mulai dari gigi rompal, tulang bahu patah, dan memar dirasakan NS untuk upaya melarikan diri dari jeratan judi online.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz