TULUNGAGUNG- Lokasi temuan serpihan emas di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung, ternyata sudah pernah diteliti PT Antam (Aneka Pertambangan) puluhan tahun lalu.
Namun hasilnya jumlah emas di Tulungagung itu, untuk tingkat kelayakan produksi tidak memungkinkan dilakukan penambangan secara masal oleh PT Antam yang berstatus BUMN ini.
“Pernah diteliti tahun 1995 sampai 1996 dari PT Antam waktu itu dan saya ikut. Hasilnya jumlah emas sangat kecil sehingga tidak ada langkah untuk penambangan skala besar,” terang ahli geologi asal Tulungagung, Sofyan Hadi, Sabtu (31/5/2025).
Dia mengaku, hasil penelitian di lapangan ketika itu untuk kandungan emas bersifat seporadis tidak ada blok khusus.
Jadi bisa disimpulkan memang tidak banyak, wajar tidak ada tindaklanjuti untuk langkah penambangan.
Adanya emas di Sungai di Desa Keboireng Tulungagung ini merupakan akibat proses intrusi magma.
Sebab di kawasan tersebut atau Kecamatan Besuki memang jenis batuan dengan lapisan tua. Jadi gesekan antarbatuan ini butuh waktu jutaan tahun untuk bisa menghasilkan emas.
Untuk jenis emas di Tulungagung ini merupakan sekunder. Artinya telah mengalami pelapukan tertransportasi di sungai serta diolah oleh alam.
“Berbeda dengan emas primer berada di uratan bebatuan,“ ungkap pria yang kini bekerja di penambangan emas di Gorontalo dan sedang berhaji di Makkah ini.
Jika emas primer ini masih butuh pengolahan kembali untuk memurnikan dari logam lain. Untuk prosesnya menggunakan bahan kimia, agar emas benar-benar tidak bercampur dengan logam lainnya sebelum dikatakan murni.
Dia menjelaskan, jika saat ini ada warga yang mendulang emas wajar jika menemukan benda berharga itu.
Namun dipastikan kecil sekitar 1 mili hingga 2 mili. “Orang yang dapat juga sedikit dibandingkan orang yang mencari,” tandas pria 60 tahun ini.
Terkait dengan kadar emas, emas primer sekitar 80 persen dan perlu pengolahan lagi sebelum menyandang emas murni.
Kalau emas sekunder ini ada istilah nugget atau butiran yang sangat kecil dan perlu pengolahan lebih lanjut.
Diberitakan sebelumnya, warga di Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Tulungagung kini ramai-ramai mendulang emas dalam kurun dua bulan terakhir.
Pihak pemerintah desa (pemdes) tidak berkutik untuk membendung aktivitas tersebut.
Sebab, pemdes mengklaim kawasan di Sungai Keboireng sisi selatan Tulungagung dan dekat JLS ini jadi titik pendulangan emas yang merupakan milik Perhutani dan Jasa Tirta.
“Dari desa tidak ada kewenangan memberikan izin, dulu pernah ada orang Kediri yang tanya, hingga sekarang banyak warga ikut,” terang Kepala Desa Keboireng, Supirin, Selasa (27/5/2025). (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah