TULUNGAGUNG - Pagi hari di Pasar Tulungagung selalu punya suasana khas yang tak bisa dilewatkan begitu saja.
Di antara hiruk-pikuk pedagang pasar tradisional Tulungagung yang mulai menata dagangan dan pembeli yang mulai berburu kebutuhan.
Ada satu elemen yang membuat suasana pagi di pasar tradisional Tulungagung terasa hangat dan penuh kenyamanan lagu-lagu Jawa yang mengalun pelan dari pengeras suara pasar.
Lagu-lagu Jawa ini bukan sekadar musik pengiring, melainkan bagian dari tradisi yang memupuk kedekatan antarwarga dan memberi energi positif untuk memulai hari.
Suara gamelan dan alunan tembang Jawa yang menenangkan menjadi semacam “ritual” pagi yang membuat aktivitas pasar terasa lebih hidup namun tetap damai.
Baca Juga: Lagu Daerah dan Musik yang Membentuk Identitas Tulungagung
Di Pasar Tulungagung, lagu-lagu seperti "Gundul Pacul", "Jaran Goyang", dan "Lir Ilir" sering terdengar.
Lagu-lagu ini memang populer di kalangan masyarakat Jawa Timur dan kerap dipilih untuk menciptakan suasana yang akrab dan penuh kearifan lokal.
Melodi gamelan yang lembut berpadu dengan suara instrumen tradisional lain seperti kendang dan suling, mengiringi kesibukan pasar tanpa mengganggu.
Sebaliknya, suara musik ini justru membuat para pedagang dan pembeli merasa lebih rileks dan semangat menjalani rutinitas.
Lagu-lagu Jawa yang diputar di pasar bukan hanya hiburan. Mereka berfungsi sebagai media penyambung rasa antar warga.
Melalui tembang dan lirik yang sering mengandung pesan-pesan filosofis, pasar menjadi tempat yang tak hanya penuh transaksi ekonomi tapi juga nilai budaya dan sosial.
Misalnya, lagu-lagu dengan pesan tentang kerja keras, kebersamaan, dan kerendahan hati sering menjadi pilihan untuk menemani aktivitas pagi. Ini mengingatkan semua orang bahwa walau sibuk, ada nilai-nilai luhur yang harus tetap dijaga.
Meski zaman semakin maju dan banyak pasar modern bermunculan, Pasar Tulungagung tetap mempertahankan tradisi memutar lagu-lagu Jawa sebagai bagian dari identitasnya.
Ini menjadi bukti bahwa musik tradisional bisa hidup berdampingan dengan kemajuan tanpa kehilangan makna dan keasliannya.
Bagi banyak orang, mendengar lagu-lagu Jawa di pasar juga menjadi cara mengenang masa lalu dan menjaga agar warisan budaya terus dikenang dan diapresiasi oleh generasi muda.
Harmoni Suara Pagi yang Menyejukkan
Lagu-lagu Jawa yang mengalun di pasar tradisional Tulungagung adalah lebih dari sekadar musik pengiring.
Mereka adalah suara pagi yang menenangkan, membawa harmoni dan semangat dalam setiap detik kesibukan pasar. Melalui tembang-tembang tradisional ini, budaya Jawa tetap hidup dan menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian masyarakat Tulungagung.
Jadi, saat kamu berkunjung ke pasar tradisional Tulungagung di pagi hari, jangan hanya fokus pada belanja. Dengarkanlah suara gamelan yang lembut itu ia membawa cerita, tradisi, dan ketenangan yang jarang ditemukan di tempat lain. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah