TULUNGAGUNG – Meski mulai menyiapkan fasilitas sementara di Kecamatan Sumbergempol untuk pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR), Pemkab Tulungagung tampaknya akan lebih berfokus pada pembangunan gedung baru di lahan yang berada di Kecamatan Kota. Itu sesuai dengan instruksi pemerintah pusat.
Kabid Rehabsos Dinsos Kabupaten Tulungagung, Efif Sakti Wibowo menerangkan, pimpinan daerah dan pimpinan OPD terkait bertemu dengan Wakil Menteri Sosial di pertengahan bulan ini.
Agenda yang dibahas salah satunya soal rencana pembangunan dan pelaporan progres persiapan Sekolah Rakyat di Tulungagung.
“Di sana ditemui Bapak Wamensos, kemudian ada dari Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat. Petunjuk dari bapak Mensos dan juga dari Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat bahwa kita akan koordinasi dengan Kementerian PU, Dirjen Sarana Strategis. Nah terkait bagaimana (di) Kabupaten Tulungagung bisa terealisasi Sekolah Rakyat,” sebutnya.
Lalu, lanjut Efif, pemkab segera berkoordinasi dengan Kementerian PU. Di sana, pemkab menyampaikan beberapa poin. Mulai dari teknis kesiapan fisik hingga kesiapan nonfisik.
“Kita sampaikan bahwa di Kabupaten Tulungagung kita punya lahan seluas 7,1 hektare. Kemudian kontur bangunannya (lahan) juga datar, bagus untuk dibangun sekolah rakyat,” sebutnya.
“Kemudian kita sampaikan juga kalau misal Kabupaten Tulungagung ini bisa masuk di pembangunan Sekolah Rakyat. Kita sampaikan juga bahwa Kabupaten Tulungagung siap untuk melakukan proses pengurukan. Informasinya sampai di situ,” terangnya.
Menurut Efif, laporan dari Pemkab Tulungagung disambut positif oleh Kementerian PU. Itu sebabnya dia optimis pemerintah pusat bakal mengamini rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Tulungagung.
“Insya Allah (responna) bagus. Yang penting yaitu tadi, kita waktu audiensi, kita juga sudah menyerahkan surat bahwa kesediaan kita untuk melakukan pengurukan bilamana Kabupaten Tulungagung ditunjuk untuk pembangunan Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Artinya, besar kemungkinan pemkab akan menanggalkan opsi untuk memanfaatkan gedung eks SDN 02 Sumberdadi sebagai Sekolah Rakyat sementara, meski survei digelar beberapa waktu lalu.
Maka pemkab perlu menanti setidaknya hingga tahun depan sebelum lahan, gedung, dan berbagai fasilitas Sekolah Rakyat di Kelurahan Kedungsoko, Kecamatan Tulungagung siap.
“Ya, menunggu perkembangan dari Kementerian PU,” sebutnya. (dit)
Editor : Didin Cahya Firmansyah