TULUNGAGUNG- Untuk menjaga keamanan selama agenda Suroan, Polres Tulungagung membentuk Gugus Tugas Penanggulangan Konflik Oknum Perguruan Silat.
Rapat perdana diikuti berbagai elemen, termasuk Forkopimda Kabupaten Tulungagung hingga kepolisian lintas daerah, sebagai bentuk kesiapsiagaan atas kegiatan pengesahan yang berpotensi memicu kerawanan.
Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, kegiatan hari ini adalah rapat pertama Gugus Tugas Penanggulangan Konflik Oknum Perguruan Pencak Silat.
"Agendanya untuk rapat yang pertama ini adalah kita terkait dengan pengamanan rencana kegiatan pengesahan warga PSHT di Tulungagung yang akan dilaksanakan minggu ini," ujar AKBP Taat, Selasa (24/6/2025).
"Jadi, rapat pengamanan ini merupakan upaya kita untuk mempersiapkan pengamanan yang baik," imbuhnya.
Selama ini kegiatannya cukup banyak melibatkan massa dan juga menjadi perhatian masyarakat.
"Harapannya dengan rapat tugas ini bisa terselenggara kegiatan dengan lancar, aman, sebagaimana harapan kita bersama," harap kapolres.
Dia merinci warga baru yang akan disahkan berjumlah sekitar 1.450 orang. Namun, jumlah massa yang datang diperkirakan bisa mencapai lebih dari 10 ribu orang.
Pengamanan akan melibatkan lebih dari 800 personel, termasuk dukungan dari dua kompi Brimob, dua peleton anti-anarki Brimob, serta Dalmas Samapta Polda Jatim.
“Kami akan sebar pasukan di titik-titik rawan. Mulai dari lokasi inti di SMA Kauman, kemudian ke arah kota, selatan, timur, dan utara. Semua sudah kita petakan”, tegasnya.
Kemudian, ada juga penyekatan di perbatasan kabupaten untuk mengendalikan massa.
Dia menyebut massa dari luar daerah seperti Trenggalek, Blitar, dan Kediri akan diarahkan agar tidak masuk ke Tulungagung.
Karena pengesahan di daerah tersebut juga digelar di wilayah masing-masing.
“Silakan masyarakat dari luar Tulungagung merayakan di kabupatennya masing-masing. Ini untuk menghindari penumpukan massa dan potensi gangguan keamanan,” tandasnya.
Selain itu, akses jalan juga akan ditutup sementara dari simpang empat Gleduk sampai simpang empat Jetaan.
Dia menegaskan, pengamanan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengantisipasi kemungkinan tindakan anarkis.
Untuk itu, telah disiapkan peleton anti-anarki dan personel lapis kedua dari Polda Jatim.
Tak hanya itu, seluruh perguruan silat di Tulungagung juga diminta menandatangani komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas dan bertanggung jawab atas perilaku anggotanya.
“Kalau terjadi pelanggaran hukum, pengurus perguruan wajib bertanggung jawab penuh. Kami tidak akan segan melakukan proses hukum,” ujarnya.
Dia mengimbau masyarakat dan seluruh pendekar untuk menjaga ketertiban selama acara.
“Mari kita tunjukkan bahwa pencak silat adalah budaya luhur yang menjunjung kedamaian. Jaga nama baik perguruan panjenengan, dan mari sukseskan kegiatan ini bersama,” pungkasnya. (sri/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah