TULUNGAGUNG– Tingginya potensi bencana tidak sebanding dengan minimnya jumlah dana belanja tidak terduga (BTT) di Tulungagung.
Itu sebabnya Pemkab Tulungagung mengajukan bantuan penanganan kebencanaan ke Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB).
Sekda Kabupaten Tulungagung, Tri Hariadi mengatakan, BTT sudah dialokasikan dan disiapkan sebagai langkah antisipasi pascaterjadinya bencana alam.
Tapi, meski tak merinci jumlah, dia mengungkapkan bahwa ketersediaan BTT di Pemkab Tulungagung sangat terbatas.
Sehingga, cukup sulit meng-cover banyaknya kebutuhan penanganan bencana dalam beberapa waktu terakhir.
“BTT sudah kita siapkan. Tetapi memang BTT kita itu kan terbatas. Sedangkan keberadaan bencana yang ada di Kabupaten Tulungagung tahun ini luar biasa. Karena termasuk (bencana) hidrometeorologi pengaruhnya juga luar biasa,” bebernya, Senin (30/6/2025).
Itu sebabnya Pemkab Tulungagung mengajukan bantuan ke pemerintah pusat melalui BNPB agar kebutuhan penanganan bencana bisa digelar secara optimal.
“Makanya kemarin Pak Bupati bersama dinas teknis ke BNPB, ini mencoba untuk mencari solusi agar kegiatan-kegiatan yang menyangkut kebencanaan di Tulungagung bisa dibantu oleh BNPB,” tandasnya.
Sayangnya, Tri belum merinci waktu pencairan bantuan dari pemerintah pusat. Sebab, ada berbagai tahapan sebelum pemerintah pusat akhirnya memberi lampu hijau atas pengajuan yang dilakukan oleh pemkab.
“Ya, kita tunggu yang mudah-mudahan nanti juga bisa membantu,” katanya.
Ke depan, jika hal ini diamini oleh pemerintah pusat, Pemkab Tulungagung akan tetap mencairkan BTT secara bertahap sesuai kebutuhan.
Tapi, mengingat adanya bantuan dari pemerintah pusat, maka julah wilayah atau titik terdampak bencana yang ditangani menjadi semakin luas.
“Iya (BTT) bisa. Tapi kan jumlahnya terbatas. Makanya kita cari dulu. Kalau cari dapat itu kan bisa digunakan untuk yang lain. Karena scope Kabupaten Tulungagung sangat luas,” tegasnya.
Menurut mantan Kepala Disperindag Kabupaten Tulungagung ini, tingkat penanganan pasca bencana didasarkan pada dampak yang ditimbulkan.
“Ada segala bencana, itu kecil, sedang, juga ada yang besar. Kalau besar saya kira juga membutuhkan anggaran yang banyak,” pungkasnya. (dit/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah