Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Memprihatinkan, Dua Kecamatan di Tulungagung Terjadi Kasus Kebakaran Terbanyak Semester Pertama pada 2025

Aditya Yuda Setya Putra • Kamis, 3 Juli 2025 | 03:00 WIB
Ilustrasi proses pemadaman api.
Ilustrasi proses pemadaman api.

TULUNGAGUNG – Jumlah kejadian kebakaran di semester pertama di Tulungagung tahun ini cukup memprihatinkan.

Yakni, mencapai sekitar 30 kasus. Kecamatan Sumbergempol dan Kecamatan Tulungagung disebut jadi wilayah dengan risiko tertinggi.

Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Damkarmat Kabupaten Tulungagung, Iwan Supriyono menerangkan, jumlah kasus kebakaran di enam bulan pertama di tahun ini sudah mencapai puluhan.

“Total kebakaran per satu semester, dalam arti bulan Januari sampai bulan Juni ini sekitar 30 (kasus). Dengan berbagai kriteria. Skala kecil 16, skala sedang 12, skala besar 3,” tandasnya, Rabu (2/7/2025). 

Dari banyaknya kejadian yang tersebar di berbagai wilayah, Kecamatan Sumbergempol dan Kecamatan Tulungagung jadi penyumbang terbesar kasus kebakaran.

Rinciannya, lima kasus di wilayah Kecamatan Sumbergempol dan enam kasus di Kecamatan Tulungagung.

Di sisi lain, dinas damkarmat juga merinci jumlah penanganan kasus yang didasarkan pada standar pelayanan minimal (SPM) kejadian kebakaran.

Untuk diketahui, sesuai SPM, dinas damkarmat wajib tiba di lokasi paling lambat 15 menit terhitung dari waktu pertama petugas mendapat laporan.

“Dalam arti yang tercapai (sesuai SPM) 18 lokasi, yang tidak tercapai itu 13 lokasi. (Yang tidak tercapai) karena jangkauan atau tempatnya itu jauh dari kantor induk,” terangnya.

“Bukannya datang sudah habis. Untuk awal telepon masuk ke lokasi kejadian kebakaran itu harus 15 menit, sesuai standar pelayanan minimalnya,” sambungnya.

Itu artinya, 13 lokasi kasus kebakaran di mana dinas damkarmat tidak mencapai SPM diakibatkan oleh faktor eksternal. Mulai dari kondisi lalu lintas, medan, hingga jarak tempuh.

“Betul. Untuk 13 lokasi ini karena tempatnya itu terlalu jauh dari sini. Memang dari segi jalannya ramai, terus untuk lokasinya itu karena medannya di sini kan ya ada yang sifatnya kayak pegunungan. Jauh dari kantor induk atau kantor dinas pemadam kebakaran,” bebernya.

Disinggung soal jenis bangunan yang terbakar, Iwan mengungkapkan bahwa sebagian besar merupakan kasus kebakaran rumah atau hunian warga.

“Didominasi rumah dan penyebabnya ini korsleting listrik semua,” ungkapnya. (dit/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#kebakaran #damkar #tulungagung